Universitas Airlangga Official Website

Alumni FK UNAIR Pimpin RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta, Bukti Nyata Kontribusi untuk Negeri

Dr dr Tito Sumarwoto SpOT SubspTLBM MKes SH MH MARS, alumni FK UNAIR yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta. (Foto: Istimewa)
Dr dr Tito Sumarwoto SpOT SubspTLBM MKes SH MH MARS, alumni FK UNAIR yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan kontribusinya melalui kiprah para alumni di kancah nasional. Salah satu sosok yang menjadi representasi keberhasilan pendidikan di FK UNAIR adalah Dr dr Tito Sumarwoto SpOT SubspTLBM MKes SH MH MARS. Kini, Dokter Tito mengemban amanah sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof Dr R Soeharso Surakarta.

Kedisiplinan Luding dan Mentalitas Baja

Mengenang masa pendidikannya di FK UNAIR, beliau menekankan bahwa nilai fundamental yang paling membekas selama berkuliah adalah kedisiplinan tingkat tinggi. Di lingkungan medis Surabaya, terdapat istilah “luding” yang merupakan sebuah metode pemberian beban tugas dan tekanan akademik yang terukur untuk membentuk mentalitas mahasiswa. “Satu hal yang banyak saya dapatkan adalah disiplinnya. Karena kita disiplin, kita bisa melakukan kegiatan yang sesuai harapan, on time, dan strict. Jika meleset sedikit mungkin wajar, tapi tidak boleh banyak meleset,” ungkap Dokter Tito

Beliau menambahkan bahwa meski suasana akademik terasa sangat menekan (stressful), hal itulah yang membentuk karakter beliau sebagai dokter ortopedi yang tahan banting. “Pendidikan di Surabaya itu keras, disiplin, dan komunikatif. Hasilnya, kita menjadi ortoped yang tough, tangguh, tidak cengeng, dan mampu menyelesaikan segala masalah di lapangan,” tegasnya.

Filosofi Ndelosor dan Makna Melayani

Meskipun terdidik dalam lingkungan yang keras, beliau memilih gaya kepemimpinan yang sangat humanis dan rendah hati saat memimpin RS Orthopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta. Beliau memegang teguh filosofi Jawa dalam memimpin stafnya, yakni dengan cara ndelosor (merendah) dan menganggap jabatan sebagai posisi pelayan.

“Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang hanya berada di belakang meja dan memberikan perintah tanpa tahu kondisi lapangan. Saya lebih suka turun langsung, melakukan check and recheck agar tidak ada laporan ABS alias Asal Bapak Senang,” tuturnya.

Selain latar belakang medis, beliau juga memiliki pemahaman di bidang hukum yang membuatnya lebih luwes dalam mengambil kebijakan. Baginya, integrasi ilmu kedokteran dan hukum sangat penting untuk menjembatani celah antara prosedur medis (SOP) dan aspek legalitas, sehingga memberikan perlindungan baik bagi tenaga medis maupun pasien.

Legasi sebagai Direktur Utama: Racikan Ilmu Medis dan Teknologi Regeneratif

Menatap tantangan digitalisasi dan kemajuan teknologi kesehatan, beliau memiliki misi besar untuk meninggalkan legasi di bidang orthobiologi. Saat ini, beliau tengah mendalami penelitian mengenai terapi regeneratif seperti stem cell dan Platelet-Rich Plasma (PRP) untuk meningkatkan hasil operasi pasien ortopedi.

“Target saya, kemampuan adik-adik tingkat atau staf di bawah saya minimal harus sama dengan saya, syukur-syukur bisa lebih. Kami sedang mengembangkan teknologi yang tidak hanya fokus pada operasi fisik, tapi juga penambahan zat biologis untuk mempercepat penyembuhan,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Pencapaian beliau sebagai Direktur Utama RS Orthopedi Prof Dr R Suharso Surakarta bukan hanya prestasi pribadi, melainkan cerminan kualitas pendidikan UNAIR yang terus konsisten memberikan kontribusi nyata nyata bagi negeri, terutama dalam bidang kesehatan.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon

Editor: Ragil Kukuh Imanto