UNAIR NEWS – Di tengah upaya global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Komitmen terhadap pembangunan manusia tidak selalu lahir dari langkah-langkah besar, tetapi kerap tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan kesungguhan. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Sejuta Langkah di Barat Laut Karsa Jawa oleh sekelompok mahasiswa kedokteran di Desa Sugihan, Tuban.
Kegiatan ini melibatkan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat untuk anak-anak SD Negeri 1 Sugihan serta digitalisasi UMKM masyarakat di desa sugihan. Dalam pelaksanaannya, program ini hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dengan masyarakat dalam hubungan yang saling menguatkan. Mahasiswa kedokteran berperan sebagai fasilitator pembelajaran, agen edukasi kesehatan dan ekonomi, sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam menerima, memahami, dan mengembangkan manfaat dari kegiatan tersebut.
PHBS di Sekolah
Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri melalui penyampaian materi interaktif mengenai waktu-waktu penting mencuci tangan, enam langkah mencuci tangan yang benar berdasarkan pedoman WHO, serta cara menyikat gigi yang benar. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dengan aktif mengikuti demonstrasi dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Melalui kegiatan ini, kontribusi terhadap SDGs 3 , yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia. Edukasi mengenai kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, serta kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini diharapkan dapat membentuk perilaku hidup sehat pada anak-anak, sehingga mampu mencegah berbagai penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di masa depan.
Digitalisasi UMKM
Selain bergerak di bidang pendidikan, mahasiswa juga melaksanakan Program digitalisasi UMKM melalui pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Program ini bertujuan membantu pelaku usaha mikro beradaptasi dengan sistem pembayaran digital yang lebih modern, praktis, dan efisien, mengingat sebagian besar transaksi UMKM di desa tersebut masih dilakukan secara tunai.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dua dari tiga UMKM mulai menerima transaksi nontunai secara rutin, yang dinilai dapat mempercepat proses pembayaran dan meningkatkan keamanan transaksi. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM dapat meningkatkan efisiensi transaksi, namun keberhasilannya juga dipengaruhi oleh tingkat literasi digital masyarakat sebagai konsumen, sehingga diperlukan edukasi lanjutan untuk mendukung optimalisasi penggunaan QRIS di lingkungan desa.
Edukasi ekonomi merupakan bagian penting dalam mewujudkan tujuan SDGs 3, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Melalui edukasi ekonomi, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi digital dalam transaksi, serta pengembangan usaha yang lebih efisien. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan stabilitas ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan demikian, rangkaian pengabdian masyarakat di Desa Sugihan ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberi kontribusi besar dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Afifah Nurhalizah Azzahra & Ahmad Firdaus mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga





