UNAIRNEWS – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih prestasi di kancah internasional pada Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) di Malaysia yang berlangsung pada Selasa-Jumat (3-6/3/2026). Terdapat dua mahasiswa yang dikirimkan untuk delegasi tersebut. Salah satunya adalah Naina Aida Kirani dari tim Odyssey Nous yang berhasil meraih 3rd Best Presentation Project.
Program delegasi ini menghadirkan kompetisi proyek berupa ide dan inovasi yang diusung dari berbagai peserta di seluruh dunia. Tema yang diberikan untuk proyek ini ada tiga yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Mengingat isu tentang pendidikan saat ini pendidikan yang menurun, Naina beserta tim yang beranggotakan enam orang dari berbagai negara lainnya bersatu menuangkan ide berupa aplikasi edukasi yaitu EDVANTA.
“EDVANTA berasal dari gabungan kata education dan advantage, ini adalah proyek berbasis aplikasi yang mana ditujukan untuk membantu anak sekolah, terutama pelajar sejak SD hingga persiapan masuk kuliah,” ujar Naina.
Melalui ide ini, Naina menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi pendidikan dan ingin membantu mereka yang membutuhkan fasilitas pendidikan yang layak. Ia juga berharap agar ide aplikasi ini dapat terimplementasi di masa mendatang.
Motivasi Mengikuti Delegasi
Awal motivasi mengikuti delegasi berasal dari keinginannya untuk fokus pada hal-hal baru. Seperti, mengikuti lomba, kelembagaan, serta mencari pengalaman yang positif hingga membuka wawasan baru. Ia juga ingin dapat bepergian ke luar negeri sambil tetap menghasilkan sesuatu yang positif dengan berprestasi.
“Selama di Malaysia selain melakukan presentasi, kami juga melakukan kunjungan ke Universitas Malaya (UM), Institute of Islamic University of Malaysia (IIUM), Dataran Merdeka Batu Cave, serta kegiatan keagamaan di Masjid Putrajaya,” sambung Naina.

Proses Pembuatan Ide
Naina beserta tim saling berkomunikasi secara daring mulai dari mengumpulkan ide hingga publikasi proyek. Namun, terdapat tantangan yang harus Naina dan tim hadapi dalam menyusun proyek.
“Kendala terbesar adalah komunikasi, karena kami mengerjakan proyek secara daring dan belum pernah bertemu secara offline sebelum ke Malaysia. Jarak anggota tim yang berbeda-beda juga menjadi tantangan tersendiri,” tuturnya.
Melalui kompetisi tersebut, Naina berharap pengalaman yang ia miliki dapat memotivasi teman-teman untuk percaya diri dan berani untuk memulai. Ia juga menggaris bawahi pentingnya untuk selalu berdo’a serta komunikasi dan kolaborasi yang baik.
“Coba aja dulu menang atau kalah itu belakangan yang penting pengalaman,” paparnya.
Penulis : Fauziah Kandela
Editor : Khefti Al Mawalia





