UNAIR NEWS – Ibadah puasa di bulan Ramadan sering dipahami sebagai kewajiban spiritual. Padahal, di balik itu ada dimensi psikologis yang berkaitan dengan kesehatan mental dan stabilitas emosi. Di tengah kesibukan dan tekanan media sosial, Ramadan bisa jadi momen yang tepat untuk mengatur diri lewat puasa.
Peningkatan Hormon dan Kontrol Diri
Ibadah puasa dapat berpengaruh pada peningkatan hormon endorfin dalam tubuh, yang berperan dalam memberikan rasa tenang, membantu menurunkan stres secara alami, serta membuat suasana hati menjadi lebih baik.
Inti Utama ibadah puasa = self-control
Kemampuan ini penting untuk kesehatan mental karena membantu mengenali dan mengelola emosi. Hal ini juga menjadi kunci menjaga stabilitas di tengah tekanan pekerjaan dan tugas akademik.
Intervensi Psikologis melalui Puasa
Puasa sering menjadi pendukung dalam proses pengobatan atau intervensi psikologis karena memberikan dampak yang menyeluruh, tidak hanya pada fisik tetapi juga mental. Puasa yang dilakukan dengan baik dapat menstimulasi hormon positif, membantu tubuh menjadi lebih sehat dan seimbang, serta melatih kontrol diri selama sebulan penuh. Selain itu, puasa juga mendukung stabilitas mental dan membentuk ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Baca juga:





