Universitas Airlangga Official Website

Alumnus UNAIR Berkarier di BEI, Perkuat Riset Pasar Modal Berbasis Data

Chaerobby Fakhri Fauzan Purwoko, alumnus FST UNAIR, Capital Market Officer di Bursa Efek Indonesia (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Chaerobby Fakhri Fauzan Purwoko menunjukkan kiprah alumnus Universitas Airlangga (UNAIR) di sektor pasar modal nasional. Lulusan Program Studi Statistika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) itu kini berkarier sebagai Capital Market Research Officer di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perannya berfokus pada riset pasar modal serta penyusunan rekomendasi berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan.

Setelah menyelesaikan studi, Chaerobby memanfaatkan bekal analisis data yang ia peroleh selama kuliah untuk menapaki dunia pasar modal. Baginya, Statistika membentuk kemampuan teknis dan pola pikir yang relevan dengan kebutuhan industri. “Apa yang saya pelajari di Statistika sangat membantu saya memahami data dan mengolahnya menjadi informasi yang berguna,” ujarnya.

Dalam perannya, Chaerobby terlibat dalam analisis data perdagangan saham dan indeks yang menjadi acuan bagi investor dalam memahami performa perusahaan. Melalui pengolahan data tersebut, ia membantu menghadirkan gambaran kondisi pasar yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.

Selain itu, ia juga aktif menyusun berbagai kajian terkait tren pasar modal. Bersama tim, ia menerjemahkan hasil analisis tren menjadi rekomendasi yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Di sisi lain, Chaerobby turut mengembangkan berbagai dashboard untuk memantau kinerja pasar, termasuk performa kantor perwakilan di berbagai daerah. “Bagi saya, data merupakan alat untuk membaca dinamika ekonomi secara lebih luas. Kami melihat tren yang terjadi, lalu menganalisisnya menjadi rekomendasi yang bisa digunakan oleh berbagai pihak,” ujarnya.

Bekerja di sektor pasar modal menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi. Chaerobby menyadari bahwa perubahan terjadi sangat cepat, sehingga ia harus terus belajar dan menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang dinamis. Menurutnya, tantangan terbesar yaitu menjaga konsistensi diri di tengah tekanan pekerjaan.

Ia juga menaruh perhatian pada pentingnya literasi keuangan di masyarakat. Chaerobby berharap pengembangan tata kelola pasar modal dapat semakin memudahkan masyarakat untuk memahami investasi. Dengan begitu, masyarakat mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak yang dapat membantu menekan dampak inflasi di masa mendatang.

Ia pun berpesan kepada generasi muda untuk terus belajar dan berani bersaing. “Kemampuan bertahan dan kemauan untuk berkembang menjadi kunci menghadapi dunia industri yang semakin kompetitif,” pungkasnya.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Yulia Rohmawati