Universitas Airlangga Official Website

Usai Studi S2 di UNAIR, Bupati Poso Komitmen Kembangkan Inovasi Daerah

Verna Gladies, Bupati Poso saat berjabat tangan dengan Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam prosesi wisuda periode 261 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Momen wisuda Universitas Airlangga (UNAIR) periode 261 yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026), Kampus MERR-C kembali membawa kebahagian bagi lulusan Ksatria Airlangga. Salah satunya yaitu Verna Gladies Merry Inkiriwang, lulusan S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana yang kini menjabat sebagai Bupati Poso Provinsi Sulawesi Tengah.

Verna menyampaikan bahwa ia sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar UNAIR. Ia memilih UNAIR sebagai tempat untuk menimba pendidikan bukan tanpa alasan. Sebagai seseorang yang berlatar belakang kesehatan namun kini terjun di bidang politik, Verna merasa tertarik dengan program leadership dan pengembangan SDM yang ada di UNAIR. Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan pekerjaannya, baik di bidang politik maupun kesehatan. 

Verna juga menyatakan bahwa UNAIR senantiasa memberikan fleksibilitas waktu belajar untuk mahasiswanya. Sehingga kemudahan ini ia manfaatkan untuk dapat belajar di mana saja dan kapan saja. Kesibukannya dalam menyeimbangkan kewajibannya sebagai bupati dan juga menempuh pendidikan tidak membuatnya patah semangat. 

“Karena awalnya saya adalah dokter, tapi sekarang banyak terjun di dunia politik, penting bagi saya untuk dapat memahami dunia politik dan dunia pemerintahan. Ilmu pengembangan sumber daya manusia juga sangat relevan di bidang mana pun jadi dapat membantu misi saya mengembangkan Kabupaten Poso menjadi lebih baik,” ujarnya.

Bagi Verna, menyeimbangkan peran sebagai bupati dan mahasiswa tidaklah mudah. Akan tetapi, ia pantang menyerah untuk menimba ilmu untuk ia implementasikan kembali ke daerah tempat ia memimpin.

“Sesuai dengan tesis saya yaitu tentang lab inovasi untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja sumber daya alam ASN yang ada di Kabupaten Poso. Melalui  ini, mereka akan belajar dan dilatih bersama untuk menjadi lebih percaya diri mengutarakan inovasinya,” ujar Vera.  

Lulus dari UNAIR merupakan sebuah pencapaian baru baginya. Mengingat umurnya yang menyentuh 43 tahun, ia masih bisa menyelesaikan studinya di tengah jadwal yang padat. Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk belajar dan memperluas pengetahuan.

“Saya yakin semua teman-teman lain juga bisa. Yang penting semangatnya tetap harus dijaga. Jika kita ingin berjuang untuk diri kita sendiri, kita harus lakukan itu sampai tuntas. Supaya menghasilkan hal yang dapat membanggakan bukan cuma orang lain, tetapi juga diri sendiri,” ungkap Vera. 

Penulis: Fauziah Kandela 

Editor: Yulia Rohmawati