Universitas Airlangga Official Website

Peringkat Negara dengan Jumlah Lulusan Pendidikan Tinggi

Media Visual Capitalist edisi 16 April 2026 menerbitkan laporan peringkat negara dengan jumlah lulusan pendidikan tinggi. Peringkat itu menunjukkan keseriusan suatu negara dalam melakukan investasi pendidikan untuk kemajuan negaranya. Memang pendidikan tinggi menjadi norma keharusan di beberapa negara, sementara sering di luar jangkauan di negara lain karena keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya.

Laporan itu memberi peringkat negara-negara berdasarkan pangsa orang dewasa berusia 25–64 tahun dengan pendidikan tinggi—termasuk gelar sarjana dan program yang setara—berdasarkan data dari Education at a Glance 2025 OECD. Laporan itu menunjukkan negara Kanada memimpin dengan 63%, dan sejumlah ekonomi maju telah melewati ambang batas 50%, menyoroti bagaimana pendidikan perguruan tinggi menjadi lebih luas di angkatan kerja global. Kanada menduduki peringkat teratas menjadikannya satu-satunya negara di mana hampir dua pertiga orang dewasa memegang gelar sarjana. Amerika Serikat berada di 51%, tepat di atas rata-rata OECD sebesar 42%.

Negara-negara seperti Irlandia, Jepang, dan Korea Selatan adalah bagian dari kelompok ini di mana mayoritas orang dewasa sekarang memegang gelar sarjana, menandai pergeseran menuju pasar tenaga kerja yang lebih terampil. Ini mencerminkan investasi puluhan tahun dalam sistem pendidikan tinggi dan permintaan berkelanjutan akan tenaga kerja terampil.

Memang negara Kanada ini diakui secara luas sebagai negara paling berpendidikan di dunia, secara konsisten menempati peringkat teratas di antara negara-negara OECD. Sekitar 63% orang dewasa Kanada berusia 25 hingga 64 tahun telah menyelesaikan pendidikan tinggi (perguruan tinggi atau universitas), tingkat tertinggi secara global. Tingkat imigrasi yang tinggi dan pendanaan publik yang kuat untuk pendidikan berkontribusi pada posisi tinggi ini.

Imigrasi memainkan peran besar, karena imigran ke Kanada seringkali berpendidikan tinggi dan berkontribusi secara signifikan terhadap peringkat ini. Soal pendanaan publik dilaporkan bahwa Kanada menginvestasikan lebih dari 5,3% dari PDB-nya dalam pendidikan, dengan pengeluaran tinggi untuk pendidikan tinggi.

Namun perlu diketahui bahwa meskipun banyak masyarakat Kanada berpendidikan tinggi, negara ini  menghadapi tantangan dengan pekerjaan lulusan, beberapa data menunjukkan hampir 40% lulusan baru sedang menganggur.

Indonesia dalam laporan itu menduduki peringkat ke 13.

Penulis: Ahmad Cholis Hamzah