Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Gaungkan Kolaborasi Pengendalian Tembakau di 11th ICTOH

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD saat menyampaikan sambutan dalam 11th ICTOH di ASEEC Tower (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI) menyelenggarakan 11th ICTOH (Indonesian Conference on Tobacco Control). Konferensi ilmiah berskala nasional itu terselenggara selama tiga hari. Yakni Rabu-Jumat (20-22/5/2026) di Aula Ternate, Lt 1 ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B.

Terselenggaranya ICTOH ke-11 ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), World Health Organization (WHO), Vital Strategies, Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK) dan seluruh jaringan pengendalian tembakau di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD memberikan apresiasi atas terselenggaranya ICTOH kali ini. “Tentunya Ini akan memberikan sebuah impact yang besar. Oleh karena itu, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada panitia dan seluruh mitra. Baik nasional maupun internasional, yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI) menyelenggarakan 11th ICTOH (Indonesian Conference on Tobacco Control) (Foto: PHMP UNAIR)

Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR itu mengatakan bahwa tema Ungkap Adiksi Tembakau dan Nikotin untuk Indonesia Sehat yang diangkat dalam gelaran tersebut sangat dekat dan relevan dengan masalah kesehatan di Indonesia. Tidak hanya masalah rokok yang angkanya semakin meningkat, tetapi konsumsi rokok elektrik juga menunjukkan tren kenaikan.

Pada akhirnya, generasi muda menjadi sasaran berbagai jenis rokok tersebut. “Hari ini, pengendalian tembakau itu bukan hanya tentang kesehatan, tapi juga generasi dan masa depan bangsa,” ucapnya, Kamis (21/5/2026).

Untuk itu, sambungnya, perguruan tinggi memiliki peran krusial untuk mendukung pemerintah dalam pengendalian tembakau di Indonesia. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghadirkan bukti ilmiah, tetapi juga membantu memperkuat advokasi kebijakan pengendalian tembakau.

Mewakili rektor, Prof Miftah menyampaikan komitmen UNAIR untuk terus menjadi bagian gerakan kolaboratif dalam mewujudkan lingkungan sehat melalui penguatan riset inovasi dan pengabdian masyarakat. “Semoga konferensi ini bisa menjadi ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring, dan kontribusi nyata bagi pengendalian tembakau di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Yulia Rohmawati