UNAIR NEWS – Kesehatan tulang yang optimal merupakan impian bagi semua orang. Namun, menjaga kesehatan tulang sering kali dipahami sebagai tanggung jawab ketika memasuki usia dewasa atau lanjut usia. Padahal, pembentukan tulang yang sehat ditentukan sejak masa kanak-kanak dan remaja melalui asupan nutrisi, aktivitas fisik, serta pola hidup yang sehat.
Berangkat dari hal tersebut, Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kuliah tamu internasional. Bertajuk Method to Milestone: Bridging Nutrition Research and Public Health Outcomes in Skeletal Growth, kuliah tamu tersebut terlaksana bersama akademisi asal Universiti Sains Malaysia pada Jumat (8/5/2026) secara daring via Zoom Meeting.
Prof Foo Leng Huat PhD menegaskan bahwa kesehatan tulang seharusnya mulai menjadi perhatian sejak dini bukan hanya ketika seseorang memasuki usia lanjut. Menurutnya, masa kanak-kanak dan remaja berperan penting dalam pembentukan tulang yang sehat di masa mendatang.
“Tulang bukan jaringan statis. Ia adalah sistem hidup yang bergantung pada pertumbuhan, hormon, aktivitas fisik, dan nutrisi. Ketika kita masih muda, kerangka akan berkembang dengan cepat dan mudah. Sebagian besar massa tulang kita akan terbentuk selama periode ini,” ungkapnya.
Penelitian Nutrisi dan Pertumbuhan Tulang
Lebih lanjut, Prof Foo memaparkan bahwa upaya menjaga kesehatan tulang sejak dini memerlukan dukungan studi nutrisi secara menyeluruh. Menurutnya, studi nutrisi akan berperan dalam menghasilkan kebijakan kesehatan publik. Khususnya melalui pemahaman mengenai jenis nutrisi, makanan, dan pola diet yang relevan bagi anak-anak dan remaja.
“Penelitian nutrisi tersebut akan berfokus pada hasil kesehatan yang berarti. Seperti pertumbuhan optimal, perkembangan tulang, dan risiko kesehatan di masa depan,” ujarnya.
Selain itu, metode penelitian yang digunakan dalam studi nutrisi meliputi penelitian observasional, kohort longitudinal, hingga Randomized Controlled Trial (RCT) dan meta-analisis. Setiap metode penelitian memiliki fungsi berbeda dalam mengkaji hubungan antara asupan nutrisi, pola makan, dan kesehatan tulang pada masa pertumbuhan.
Ia juga menambahkan bahwa paparan nutrisi pada masa anak-anak dan remaja akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan tulang di masa depan. Oleh karena itu, penelitian nutrisi tidak semata-mata berfokus pada nutrien utama. Seperti kalsium, vitamin D, protein, dan mikronutrien, tetapi juga pada pola makan serta kebiasaan konsumsi yang memengaruhi kesehatan tubuh.
Pola Hidup Sehat sebagai Investasi Masa Depan
Selain paparan nutrisi, faktor gaya hidup turut berpengaruh terhadap struktur dan kekuatan tulang. Faktor-faktor tersebut meliputi status sosial ekonomi, faktor genetik, aktivitas fisik, serta kualitas pola makan secara keseluruhan selama masa pertumbuhan menuju dewasa.
“Saya berharap telah meyakinkan anda akan pentingnya penyelamatan awal. Bukan hanya untuk memaksimalkan jumlah massa tulang utama. Tetapi juga untuk menghindari dan mengurangi risiko osteoporosis dan sarcopenia di masa kemudian,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa terdapat jendela kritis pada masa pertumbuhan karena sekitar 90 persen massa tulang puncak telah terbentuk pada usia 18 tahun pada perempuan dan 20 tahun pada laki-laki. Oleh sebab itu, pemenuhan nutrisi, aktivitas fisik, serta pola hidup sehat sejak masa kanak-kanak dan remaja menjadi kesempatan penting untuk memaksimalkan kekuatan tulang dan menjaga kesehatan tubuh sebagai investasi jangka panjang.
Penulis: Amelia Farah P I
Editor: Yulia Rohmawati





