UNAIR NEWS – Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat Kota Pahlawan. Berbagai rangkaian kegiatan meriah pun hadir untuk menyambut perayaan tersebut. Salah satu agenda yang paling dinanti, yakni Surabaya Vaganza, pawai budaya yang berlangsung pada Sabtu (16/5/2026). Pawai ini mengambil rute dari Jl Tugu Pahlawan hingga Monumen Bambu Runcing. Dalam gelaran itu, Universitas Airlangga (UNAIR) melaui Unit Kegiatan Tari dan Karawitan (UKTK) turut memeriahkan acara dengan mengusung tema Kejayaan Prabu Airlangga.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa Surabaya Vaganza 2026 menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 sekaligus momentum untuk menunjukkan kekuatan budaya dan pariwisata Kota Pahlawan. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Surabaya karena Surabaya Vaganza kali ini berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa ketika pariwisata dan budaya bergerak, maka ekonomi juga ikut bergerak. Hotel meningkat, UMKM bergerak, dan kunjungan wisatawan juga naik,” ungkapnya.

Usung Konsep Kejayaan Prabu Airlangga
UKTK UNAIR mengusung konsep kejayaan masa pemerintahan Prabu Airlangga dalam penampilan di Surabaya Vaganza tahun ini. Konsep tersebut hadir dalam tarian “Rangga Mukti” yang menggambarkan suasana kejayaan kerajaan Prabu Airlangga. “Lewat tarian Rangga Mukti, kami membawa beberapa pemeran, seperti raja, ratu, sayang, prajurit, dan bedayan sebagai pembuka sajian,” ungkap Rahma selaku ketua departemen humas UKTK UNAIR.
Dalam penampilannya, UKTK UNAIR melibatkan sekitar 40 anggota yang seluruhnya berasal dari internal UKTK. Meski persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, seluruh tim tetap berupaya memberikan penampilan terbaiknya. “Semoga di tahun berikutnya dapat dipersiapkan dengan lebih matang agar hasil yang ditampilkan semakin maksimal,” imbuhnya.
Citra Unggul dan Berbudaya
Melalui defile yang ditampilkan, UNAIR ingin menunjukkan citra sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam melestarikan budaya lokal. Hal tersebut terlihat dari kolaborasi seni tari tradisional, drama kolosal, hingga keterlibatan mahasiswa asing dan duta UNAIR dalam parade. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol inklusivitas dan bakat seni di tengah perkembangan modernisasi. “Kami ingin menunjukkan bahwa UNAIR tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkarya dan serta berkolaborasi,” ujar Nimas selaku perwakilan kemahasiswaan UNAIR.
Selain menghadirkan hiburan, pertunjukan Airlangga Mukti juga membawa pesan tentang nilai kepemimpinan, keharmonisan, dan persatuan dalam keberagaman. Tokoh Prabu Airlangga dan Permaisuri menggambarkan sosok pemimpin yang bijaksana dan berwibawa, sementara tarian Bedhayan dan dayang melambangkan keharmonisan kerajaan. Ke depan, UNAIR berharap partisipasinya dalam Surabaya Vaganza dapat terus menjadi sarana edukasi budaya sekaligus sebagai kota yang kaya seni dan kreativitas. “Semoga partisipasi ini terus menjadi ruang kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkenalkan budaya. Sekaligus, menunjukkan kreativitas mahasiswa UNAIR kepada publik yang lebih luas,” ujarnya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto
