UNAIR NEWS – Alumnus UNAIR kembali menunjukkan kiprahnya dalam berbagai bidang dengan keberdampakan nyata. Pada bidang keperawatan dan manajemen pelayanan, hadir sosok Andy Kristiyan. Alumnus Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah angkatan 2022 tersebut berhasil memimpin organisasi Ikatan Manager Pelayanan Pasien (IMPPI) dan sekarang bertugas menjadi perawat senior di Rumah Sakit (RS) Dr Kariadi. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dan konsisten mampu membawa seseorang meraih keberhasilan profesi dan organisasi.
Andy Kristiyan memulai karier pada 2003 sebagai perawat pelaksana di RS Kariadi, Semarang. Setelah satu dekade bekerja di garis terdepan pelayanan, Ia berpindah ke instalasi eksekutif Garuda dan diangkat menjadi Clinical Case Manager (CCM) pada tahun 2014. Pada tahun 2020, Ia menjabat sebagai ketua IMPPI dan berhasil mengantarkan organisasi tersebut mendapatkan pengakuan secara nasional.
Membangun Pondasi Organisasi
Selama menjabat Ketua Umum IMPPI, Andy tidak sekadar memimpin. Ia berhasil membangun pondasi organisasi melalui pembentukan kepengurusan wilayah di empat provinsi meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Sebelum melakukan pembentukan kepengurusan wilayah, Andy menginisiasi akta resmi organisasi di Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan non profit. “Yang kita kerjakan terutama adalah menata organisasi. Lalu kita mulai menginisiasi kepengurusan tingkat provinsi”, tutur Andy.
Tidak hanya sekadar administrasi, Andy berhasil memimpin penerbitan buku sebagai sebuah standar manajemen pelayanan pasien. Buku tersebut berisikan tata cara kerja manajer pelayanan pasien (MPP), panduan dokumentasi, hingga rancangan kode etik profesi. Selanjutnya, buku tersebut digunakan sebagai buku panduan di setiap rumah sakit. Tidak berhenti di situ, Ia merancang sistem kredensial MPP sebagai langkah menuju pengakuan profesi resmi di seluruh rumah sakit Indonesia.
Inovasi Lahir dari Bangku Kuliah
Semasa menempuh pendidikan di UNAIR, Andy berhasil melahirkan inovasi Aplikasi berbasis android untuk memantau manajemen cairan pasien gagal jantung rawat jalan. “Aplikasi itu digunakan untuk pemantauan intake output pasien yang nantinya diatur agar tidak terjadi over-hidrasi saat di rumah. Jadi dipantau pakai aplikasi Android”, ujarnya. Ia turut menerbitkan jurnal ilmiah tentang penggunaan manset pasien intensive care bersama rekan kuliah. Tidak hanya itu, mengusulkan regulasi pedoman siaga bencana dan protokol pembersihan pasca banjir di lingkungan RS Kariadi.
Bagi Andy, pengalaman yang dijalani mengajarkan satu hal penting tentang dunia keperawatan. Ia pun berharap institusi pendidikan keperawatan semakin banyak terjun secara langsung di rumah sakit sebagai bentuk pembelajaran yang komprehensif dan berdampak nyata. “Yang kita pelajari di pendidikan, untuk menerapkannya perlu penyesuaian antara teori dengan yang ada di lapangan. Itu yang perlu effort. Tapi kalau linear, effort-nya lebih minimal,” tegas Andi.
Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





