Universitas Airlangga Official Website

Platform Mark Up, Solusi Mentoring Kompetisi bagi Mahasiswa

Tim Mark Up, salah satu tim P2MW UNAIR lolos pendanaan. (Foto: istimewa).
Tim Mark Up, salah satu tim P2MW UNAIR lolos pendanaan. (Foto: istimewa).

UNAIR NEWS – Kompetisi bisnis menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Namun, tidak sedikit mahasiswa mengalami kesulitan dalam menemukan mentor untuk mendukung persiapan. Hal itulah yang membuat mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan platform Mark Up

Melalui bisnis tersebut, tim berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Bisnis tersebut berjudul MARK UP sebagai Platform Mentoring Kompetisi Bisnis Berbasis On Demand untuk Mengembangkan Kompetensi Mahasiswa guna Mendukung Kesiapan Karier dan Daya Saing Industri. 

Tim Mark Up terdiri atas Irvan Betrando Banjarnahor (FEB), Nadia Annadhiffah (FEB), Nayla Rahma Mawardi (FISIP), Nicco Cahya Permana (FST), dan Putri Zahra (FEB). 

Irvan Betrando Banjarnahor, selaku ketua tim menjelaskan bahwa Mark Up hadir sebagai platform mentoring untuk membantu mahasiswa meningkatkan kompetensi di bidang bisnis dan keuangan melalui pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

“MARK UP bertujuan untuk membantu mahasiswa meningkatkan daya saing melalui kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami ingin mendorong mahasiswa agar lebih siap menghadapi persaingan karier melalui kompetisi bisnis maupun pengembangan keterampilan profesional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengembangan platform ini berawal dari pengalaman mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang kerap kesulitan mencari mentor yang sesuai bidang kompetisi. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan tersebut juga dirasakan oleh mahasiswa dari lingkup UNAIR hingga nasional. Hingga kini, platform tersebut telah menjangkau seluruh mahasiswa di Indonesia. 

“Kami melihat banyak mahasiswa memiliki minat mengikuti kompetisi, tetapi belum mengetahui harus belajar kepada siapa. Oleh karena itu, kami menghadirkan platform untuk mempertemukan mahasiswa dengan mentor sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya. 

Irvan juga memaparkan bahwa konsep on-demand dipilih karena memberikan fleksibilitas bagi mentor dan peserta dalam menentukan bentuk pendampingan, topik, hingga waktu pelaksanaan. “Setiap kompetisi memiliki karakteristik yang berbeda. Melalui sistem on-demand, mahasiswa dapat memperoleh pendampingan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tuturnya.  

Melalui Mark Up, mereka berharap platform tersebut dapat membantu mahasiswa meningkatkan kesiapan karier serta daya saing di dunia industri. “Kami berharap MARK UP dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan pendampingan dan terus berkembang hingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan kompetensi generasi muda Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Khefti Al Mawalia