UNAIRNEWS – Guna memperkuat tata kelola organisasi dan merespons berbagai tantangan pendidikan tinggi, Senat Akademik Guna memperkuat tata kelola organisasi dan merespons berbagai tantangan pendidikan tinggi, Senat Akademik Universitas Airlangga (UNAIR) Gelar Sidang Pleno yang berlangsung di Dialoog Hotel Banyuwangi pada Sabtu (4/7/2026).Gelar Sidang Pleno yang berlangsung di Dialoog Hotel Banyuwangi pada Sabtu (4/7/2026). Di samping membahas draf peraturan internal masing-masing komisi, rapat pleno ini juga membahas penataan program studi hingga agenda kerja sama strategis universitas.
Dalam sambutannya, Ketua Senat Akademik UNAIR Prof Dr H Nursalam, MNurs (Hons) memberikan refleksinya mengenai tantangan dibalik kesuksesan institusi. Mengutip sebuah pesan bijak, ia mengingatkan para senator untuk tetap teguh dan berbuat baik dan fokus pada agenda kerja dan target kedepan.
“Jika engkau sukses, engkau akan menemukan beberapa teman palsu dan musuh yang nyata, ujarnya.
Menurutnya mentalitas ini sangat penting dimiliki oleh para pemimpin dan senator Kampus dalam menjaga marwah universitas. Langkah antisipatif dan sumbangsih pemikiran dari pimpinan UNAIR dinilai sangat penting agar Pendidikan Tinggi di Indonesia adaptif terhadap perubahan sistem regulasi yang ada.
Sementara itu, Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menegaskan bahwa kenaikan ranking UNAIR tentu membawa tantangan yang nyata. Ia mengingatkan seluruh jajaran pimpinan bahwa pencapaian itu membawa konsekuensi tanggung jawab dan tantangan persaingan yang jauh lebih besar di masa depan.
​
“Peningkatan ranking ini juga berarti semakin besar badainya,” tegas Pak Rektor dalam arahannya di hadapan para anggota senat dan dekanat. Ia menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dan langkah antisipasi yang matang dari seluruh civitas akademika agar posisi strategis ini tidak goyah.
​
Akselerasi Internasionalisasi dan Apresiasi Kinerja Dekan
​Untuk menghadapi ketatnya persaingan di level 300 besar dunia, universitas telah mengambil langkah-langkah taktis. Rektor mengonfirmasi bahwa program kerja sama internasional serta kegiatan staf outbound sudah mulai berjalan dengan baik dan menunjukkan tren positif sejak awal tahun ini.
​”Mulai 1 Januari kemarin, baik kerja sama maupun staf outbond saat ini sudah mulai baik dan berjalan. Namun, mari kita melakukan ini dengan strategi yang bagus, karena persaingan di 300 besar dunia sudah tidak mudah lagi. Kita harus kerja keras,” ujar Pak Rektor.
​
Tantangan Universitas di Era Artificial Intelligence
​
Selain fokus pada indikator pemeringkatan dunia, manajemen universitas juga menaruh perhatian besar pada disrupsi teknologi digital. Rektor menyatakan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan realitas global yang tidak bisa dihindari oleh dunia pendidikan tinggi.
​Melalui konsolidasi dan sinergi yang kuat antara Senat Akademik dan rektorat, diharapkan UNAIR mampu beradaptasi, memanfaatkan teknologi tersebut dengan bijak, serta mengawal universitas menuju masa depan yang lebih jaya dan maju.
​
“Mudah-mudahan kita bisa mengawal UNAIR tambah jaya dan maju. Dan mudah-mudahan, seiring dengan kemajuan tersebut, UNAIR juga tambah sejahtera,” pungkasnya.
Penulis: Khefti Al Mawalia





