UNAIR NEWS – Inovasi pemanfaatan sumber daya alam mengantarkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) meraih prestasi tingkat nasional. Tim UNAIR berhasil meraih juara dua kategori Innovation Product Student Poster Competition dalam ajang D’Semar 2026. Kompetisi itu berlangsung pada Sabtu (26/7/2026) di Universitas Muhammadiyah Semarang.
Tim tersebut terdiri atas Rafael Gerrard, Evelyn Nathania Prasetyo, dan Hanif Azzikri Hidayatullah. Mereka mengusung poster berjudul Golden Heal: Pemanfaatan Gel Ekstrak Teripang Emas (Stichopus hermanii) sebagai Agen Regeneratif pada Ulkus Traumatik Oral dengan inovasi gel berbahan dasar teripang emas untuk membantu penyembuhan ulkus traumatik oral atau sariawan.
Inovasi Teripang Emas untuk Regenerasi Jaringan
Evelyn menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari potensi teripang emas yang banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah. Padahal, hewan ini mengandung asam hialuronat, kolagen, dan glikosaminoglikan yang berperan penting dalam proses regenerasi jaringan.
“Selama ini teripang emas lebih sering masyarakat gunakan sebagai bahan pangan. Kami ingin meningkatkan nilai tambahnya menjadi produk kesehatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sebagai agen regeneratif untuk penyembuhan sariawan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa gel ekstrak teripang emas bekerja dengan menstimulasi penyembuhan alami tubuh. Kandungan bioaktifnya membantu mengaktifkan makrofag untuk membersihkan jaringan rusak, merangsang pembentukan pembuluh darah baru, serta mempercepat re-epitelisasi mukosa.
“Keunggulan inovasi ini adalah memanfaatkan bahan alami yang berpotensi lebih aman sekaligus mengoptimalkan sumber daya hayati Indonesia. Sejauh yang kami ketahui, pemanfaatan teripang emas sebagai gel penyembuh sariawan juga masih sangat terbatas,” jelasnya.
Dorong Hilirisasi Potensi Teripang Emas
Melalui inovasi ini, Evelyn berharap masyarakat menyadari bahwa sumber daya alam Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan yang bernilai tambah.
Ke depan, timnya berharap inovasi tersebut dapat dilanjutkan melalui uji toksisitas dan uji klinis sehingga berpotensi dipatenkan serta diproduksi secara luas. Di akhir, Evelyn mengajak mahasiswa untuk tidak ragu mengikuti kompetisi dan mengembangkan inovasi berbasis riset.
“Jangan takut untuk mencoba. Mulailah dengan mencari research gap yang relevan, lalu eksplorasi potensi sumber daya alam Indonesia agar dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Maulya Afifah Zahra
Editor : Khefti Al Mawalia





