Universitas Airlangga Official Website

Respons Kebal Pasien TBC Paru Karakteristik terhadap Protein Sel Bakteri Mycobacterium Tuberculosis

Ilustrasi oleh CNN Indonesia

Penanganan pengobatan pasien TBC paru dengan tepat harus dimulai dengan Penegakan Diagnosis penyakit dan respons kebal pasien terduga TBC paru. Pada saat kini respons kebal pada pasien yang terduga TBC paru diperiksa menggunakan uji Tes Kulit tusukan Tuberkulin (Tuberculin Skin Test) namun masih terkendala ketidaktepatan diagnosis, kesulitan penentuan diagnosis dikaitkan faktor pasien pernah divaksinasi BCG atau faktor malnutrisi atau faktor status kekebalan individu (imunitas) atau pasien menderita sakit ganda selain TBC paru (co-morbid), pasien juga menderita penyakit kronis lainnya. Demikian pula metode terkini, untuk uji status kebal pasien TBC, pada uji laboratorium metode Interferon Gamma Release Assay (IGRA) juga masih ada beberapa kendala interpretasi (kesulitan menentukan penegakan diagnosis penyakit TBC) terutama pada TBC paru yang aktif proses penyakitnya, dan selain itu kendala harga pemeriksaannya yang mahal. Pada penelitian ini bertujuan pengembangan metode uji respons kebal pasien terduga TBC, dengan dasar mengetahui dan menentukan profil respons kebal, peningkatan kadar antibodi (suatu protein yang dihasilkan tubuh pasien akibat paparan protein bakteri penyebab TBC, bakteri Mycobacterium tuberculosis Complex (MTBC) yang menginfeksi pasien dan menyebabkan penyakit TBC).

Metode penelitian: pada 102 pasien terduga TBC paru (suspected Pulmonary TB) yang dirawat jalan di unit pelayanan kesehatan Poli Paru TB DOTS, di Rumah Sakit RSUD Dr Soetomo Surabaya Indonesia, pada bulan September 2017 sampai Juni 2018. Pasien dengan keluhan batuk berdahak kronis lebih dari 3 minggu, dahak kental keruh kekuningan kehijauan dapat disertai bercak darah, juga dapat disertai berat badan turun dan dapat disertai gangguan nafsu makan, di Poli TB DOTS diperiksa fisik pasien oleh Dokter, diperiksa ronsen foto dada, dan di Laboratorium TB diperiksa dahak pasien dengan pemeriksaan bakteri (bentuk basil dinamakan BTA) menggunakan Mikroskop, hasil BTA positif dinyatakan pasien menderita TBC paru, selain itu juga diperiksa dahak pasien dengan metode tes cepat molekuler GenXpert MTB/RIF (Cepheid, USA), untuk penegakan diagnosis TBC.

Diagnosis Penyakit TBC Paru yang akurat ditegakkan untuk penentuan pengobatan Pasien dengan Obat anti-TB secara tepat. Pada 102 serum yang dipisahkan dari sampel darah 102 pasien pada penelitian ini juga diperiksa laboratorium metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) secara standar untuk menentukan profil respons antibodi dalam serum pasien terhadap antigen (protein-protein dari bakteri MTBC). Antigen merupakan suatu protein dari bakteri MTBC, meliputi molekul protein ESAT-6, protein CFP-10, dan protein PPD. Antigen protein ESAT-6 merupakan hasil rekayasa biomolekuler recombinant protein yang disiapkan di Laboratorium Biomolekuler di Pusat Bioteknologi di UGM, dan antigen CFP-10 hasil recombinant protein disiap di Laboratorium Bakteriologi di Niigata University, School of Medicine, Niigata Japan.

Pemeriksaan respons kebal pasien, berdasar profil peningkatan kadar antibodi Immunoglobuline Ig G dalam serum darah sampel dari pasien diperiksa menggunakan metode ELISA, metode dengan prinsip deteksi adanya ikatan molekul-molekul protein-protein antara antibodi dengan antigen, pada serum darah pasien yang positif menderita TBC paru dinyatakan dengan peningkatan kadar antibodi Ig G terhadap antigen ESAT-6, antigen CFP-10, dan antigen PPD, dasar peningkatan kadar antibodi ini dibandingkan dengan respos kebal pada serum darah individu sehat sebagai standar kontrol. Profil peningkatan kadar antibodi Ig G juga dibandingkan dengan peningkatan kadar antibodi Ig G terhadap antigen protein PPD (protein PPD yang merupakan bagian protein kompleks dinding sel bakteri MTBC (disiapkan Laboratorium Bakteriogi di Niigata University).

Hasil Penelitian ini menyatakan adanya profil karakteristik pada respons kebal antibodi, peningkatan kadar antibodi Ig G  pada 102 serum darah pasien TBC paru di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Respons kebal antibodi Ig G terhadap antigen protein PPD pada uji reaksi antigen–antibodi ELISA ternyata menunjukkan konsentrasi antibodi Ig G lebih tinggi daripada terhadap antigen protein ESAT-6 dan CFP-10. Dapat disimpulkan protein PPD dapat digunakan sebagai biomarker pada uji respons kebal antibodi Ig G dalam serum darah pasien terduga TBC, temuan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk dasar pengembangan alat diagnostik pada TBC dan berdasar profil respons kebal.

Penulis: Ni Made Mertaniasih

Informasi detail riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1413867019304131?via%3Dihub

Desak Nyoman Surya Suameitria,Ni Made Mertaniasih, Soedarsono, Yuriko Ozeki, Wayan Tunas Artama, Fihiruddin, Mamiko Niki, Yoshitaka Tateishi, Manabu Ato, and Sohkichi Matsumoto (2019). Characteristic profile of antibody responses to PPD, ESAT-6, and CFP-10 of Mycobacterium tuberculosis in pulmonary tuberculosis suspected cases in Surabaya, Indonesia. Braz J Infect Dis. 2019; https://doi.org/10.1016/j.bjid.2019.07.001