Universitas Airlangga Official Website

Korelasi Ekstrak Kasar dan Tingkat Kematangan Gonad Teripang Phylloporus Dobsoni

Ilustrasi oleh BeritaBeta

Teripang memiliki habitat yang tersebar luas di seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut hingga laut dalam. Sekitar 10% dari jumlah spesies teripang di dunia menghuni perairan Indonesia. Ada lebih dari 50 spesies yang biasa diperdagangkan, dan sekitar 27 spesies teripang diidentifikasi sebagai potensi komersial yang berasal dari perairan Indonesia. Dalam perdagangan internasional teripang, 80% dikirim ke pemasok utama Hong Kong, Indonesia dan Filipina. Hong Kong mengekspor produk ini ke China, Singapura dan Taiwan. Di pasar tertentu, ditemukan dalam bentuk mentah, biasanya dijadikan sebagai masakan Cina yang diyakini memiliki khasiat tertentu. Di Surabaya dan sekitarnya teripang banyak ditemukan dalam bentuk jajanan biasa yang dipasarkan dalam bentuk teripang goreng.

Menurut statistik global FAO tentang teripang, Indonesia adalah pengekspor teripang terbesar di dunia. Pencatatan ekspor luar negeri sebanyak 2.100 ton invertebrata terumbu karang di mana 320 ton adalah teripang pada tahun 1981. Pusat pengumpulan dan ekspor penting untuk perdagangan hasil laut di Indonesia adalah Ujung Pandang,Sulawesi. Peneliti menunjukkan bahwa laju ekspor teripang kering Indonesia sangat besar, tidak diimbangi dengan banyaknya produk bermanfaat yang terbuat dari teripang asal Indonesia. Produk suplemen makanan yang terbuat dari teripang disebutkan memiliki khasiat bagi kesehatan dan penyembuhan, diimpor, bahkan tidak ada yang menyebutkan bahwa bahan dasarnya adalah teripang di perairan Indonesia. Eksploitasi yang cukup besar belum di imbangi dengan kegiatan budidaya teripang. Fenomena ini akan mmbuatk kekhawatiran sumberdaya teripang yang terus menurun. Meskipun demikian, di kawasan Surabaya, terdapat jenis teripang yang dieksploitasi sebagai bahan baku makanan.

Jenis teripang yang dikumpulkan dalam penelitian ini tidak terdaftar dalam daftar teripang yang bernilai komersial di pasar dunia. Sebaran spesies tersebut tersebar luas, hanya satu spesies dengan tingkat kelimpahan dan sebaran tinggi, sedangkan yang lain tersusun dari rendah hingga sedang. Habitat yang disukai umumnya berpasir. Selama ini P. dobsoni dan P. australis sudah umum dikonsumsi. Keduanya digunakan untuk camilan atau campuran sup. Teripang yang ditemukan, jenis P. dobsoni memiliki nilai kelimpahan tertinggi dibandingkan dengan yang lain yaitu sebesar 44,4%, dan laju sebaran yang tinggi adalah indeks sebaran 1,9062. Berdasarkan berbagai informasi di atas menunjukkan bahwa kepedulian pengembangan spesies P. dobsoni masih terbatas pada eksploitasi yang tidak berkelanjutan. Berdasarkan identifikasi morfologi dan molekuler teripang ini adalah P. dobsoni. Perhatian yang kami berikan pada penelitian ini adalah upaya untuk mengembangkan budidaya secara laboratorium dan diharapkan dapat dikembangkan secara massal dimasa yang akan datang. Penelitian ini lebih mengfokuskan pada kajian kandungan bahan aktif sekaligus yang dimiliki P. dobsoni sebagai komoditas unggulan di masa mendatang sebagai bahan farmakologis.

Rendemen Ekstrak

Nilai rendemen ekstrak kasar (n-heksana) sekitar 0,242 ± 0,233 gram atau dapat diketahui 4,35% dari berat kering yang diperoleh. Berat kering dinding tubuh teripang rata-rata 5,56 ± 3,33 gram atau sekitar 23,57% dari rata-rata berat basah dinding badan teripang sebesar 23,58 ± 6,49 gram.

Kondisi tersebut tidak mencerminkan nilai kandungan metabolit sekunder lain yang belum teruji secara detail. Fenomena ini berbeda dengan hasil rendemen pada penelitian sebelumnya yang mendapatkan ekstrak teripang Stichopus variegatus dengan pelarut metanol yang hanya 2,78%. Hasil ini menegaskan bahwa ekstrak teripang yang dihasilkan sangat rendah sehingga jika hal ini dilakukan akan meningkatkan nilai jual teripang yang dapat dijadikan sebagai upaya peningkatan nilai tambah produk teripang. Pada tingkat kematangan gonad (GML), dari 43 sampel teripang yang terkumpul diketahui 27 sampel teripang jantan, 13 betina, dan 3 sampel hermafrodit. Tujuh sampel rusak dan tidak dapat dianalisis secara histologis. Pada kelompok teripang jantan proporsi GML terbesar berada pada fase tumbuh 66,67%, pertumbuhan lanjut 29,63%, dan 3,7% pada fase pemulihan.

Histologi Gonad Teripang Jantan dan Betina

Pada kelompok teripang betina proporsi tertinggi pada fase pertumbuhan lanjut sebesar 38,46%, pada fase dewasa 30,76%, pada fase tumbuh 15,38% dan persentase yang sama pada fase pasca pemijahan dan pemulihan. Dari nilai yang 7,69%. Pada analisis histologis gonad juga ditemukan tiga ekor teripang yang memiliki dua gonad (hermaprodit), yaitu pada tahap tumbuh kembang, dan lanjut pertumbuhan dan pemulihan. Kondisi tersebut diketahui dengan adanya spermatozoa (penanda jantan) yang ada di dalam gonad serta bersama-sama sebagai penanda oosit hermafrodit.

Pada teripang kelompok jantan, ditemukan dua stadia atau tahap pertumbuhan gonad kematangan dan pertumbuhan lanjut. Tingkat kematangan gonad kedua menunjukkan peningkatan jumlah ekstrak n-heksana yang dihasilkan. Kondisi ini membuktikan bahwa dalam pembentukan organ reproduksi teripang melakukan mekanisme perlindungan pada gonad yang dihasilkan agar dapat tumbuh hingga tahap pemijahan. Metabolit sekunder dan asam organik dalam tubuh, organ dalam, dan gonad dapat berperan dalam pertahanan diri. Bahan aktif juga berasal dari gonad dan telur, yang memungkinkan pengawetan generasi kelompok Ascidia. Temuan ini memperkuat bahwa teripang P. dobsoni merupakan hewan bentik yang memungkinkan tingkat predasi sangat tinggi karena mobilitasnya terbatas dan memiliki tubuh yang lembut. Mekanisme pertahanan ini dapat dipelajari lebih lanjut pada kandungan metabolit sekunder di gonad yang tidak diuji pada penelitian ini. Teripang P. dobsoni betina ditemukan sepanjang tahun ditemukan seluruh tahapan perkembangan gonad mulai dari tahap tumbuh, lanjut tumbuh, dewasa, pasca pemijahan dan pemulihan dengan kecenderungan peningkatan nilai ekstrak n-heksana yang dihasilkan. Hal ini juga menunjukkan bahwa peningkatan tahapan kematangan gonad gonad di masa mendatang akan menghasilkan produksi metabolit yang lebih tinggi. Mekanisme ini, baik pada jantan maupun betina, terjadi sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator lainnya.

Penutup

Jumlah bahan alam yang dihasilkan dari ekstrak dinding tubuh P. dobsoni dengan pelarut n-Hexane rata-rata sebesar 0,242 ± 0,233 gram atau 4,35% dari berat kering yang diperoleh. Berat kering dinding tubuh teripang rata-rata 5,56 gram atau sekitar 23,57% dari rata-rata berat basah dinding tubuh sebesar 23,58 gram. Dengan demikian, kandungan rendemen ekstrak n-heksan pada dinding tubuh P. dobsoni dapat diperkirakan dengan mengacu pada penelitian ini. Korelasi antara berat basah dan berat kering menunjukkan nilai yang sangat dekat. Hasil ini berarti semakin berat dinding tubuh teripang akan semakin memungkinkan jumlah berat kering yang didapat. Jumlah ekstrak yang diperoleh juga memiliki pola linier terhadap berat keringnya. Persamaan regresi tentang berat kering dinding tubuh dan ekstrak diperoleh angka Y = 0,099X + 0,184, dengan nilai x adalah berat kering dinding tubuh teripang dan y sebagai jumlah ekstrak n-heksan yang dihasilkan.

Penulis: Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T

Tulisan lengkap dapat ditemukan pada:

Andriyono, S., Masithah, E. D., & Winarni, D. (2021, February). Study of crude extract yield and gonad maturity level of sea cucumber Phylloporus dobsoni correlation. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 679, No. 1, p. 012020). IOP Publishing.