UNAIR NEWS – Association of Sharia Economics Studies (AcSES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga mengundang Royhan Saydi, founder ANSA Academy, sebagai pemateri dalam gelaran webinar Kelompok Belajar Karya Tulis Ilmiah (KBKTI) Eksternal pada Selasa (9/9/2025). Webinar yang terlaksana melalui Zoom Meeting ini mengupas strategi menyusun karya tulis ilmiah (KTI) yang memukau.
Tips Mengembangkan Ide
Royhan menekankan pentingnya proses brainstorming ide sebelum menulis. Menurutnya, penulis bisa menemukan isu dari permasalahan sekitar di kehidupan sehari-hari. Kemudian perdalam dengan data terpercaya seperti dari Badan Pusat Statistik (BPS) atau kementerian yang relevan.
“Penting juga untuk tahu urgensi. Kenapa masalah yang kalian temukan ini penting untuk diselesaikan? Kalau tidak, apa masalah lain yang bisa muncul? Lalu potensi penyelesaiannya bagaimana? Kasih novelty juga, kebaruan yang bikin ide ini berbeda dengan solusi-solusi serupa yang sudah ada,” jelasnya.
Jika hal-hal tersebut sudah jelas, pembuatan landasan KTI akan lebih kuat. Lalu, jika bahan untuk menulis bagian pendahuluan dan tinjauan pustaka sudah ada, penulis hanya perlu melengkapi dan mengelaborasi.
Tips Menyusun KTI
Setelah mengetahui ide dan gambaran besar KTI yang akan ditulis, perlu menjadi perhatian juga struktur penulisannya. Kualitas KTI bergantung pada alur penulisan yang runtut. Abstrak harus memuat latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan ringkas. Pendahuluan harus berisi data yang valid serta rumusan masalah yang kohesif, dan tinjauan pustaka harus berisi sumber terpercaya.
“Menurut saya, jiwa dari KTI itu, selain ide, adalah analisisnya. Makanya metode ini penting. Harus dilakukan dengan baik dan relevan dengan rumusan masalah. Metode yang digunakan juga harus dicari tahu mana yang paling pas. Kuantitatif, kualitatif, atau campuran,” ujarnya.
Ia menyarankan untuk menerapkan prinsip SMART (spesifik, terukur, dapat diterima, realistis, dan tepat waktu) agar karya tulis ilmiah yang dihasilkan benar-benar fokus dan bermanfaat. “KTI yang baik bukan hanya soal menulis. Tetapi bagaimana analisisnya bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati





