Universitas Airlangga Official Website

Orang Mendadak Jatuh? Bisa Lakukan BLS Semacam Ini

Sumber: dokita.co

UNAIR NEWS – Pengetahuan bantuan hidup dasar atau basic life support (BLS) sangat penting diketahui  setiap orang. Terutama untuk menghadapi saat-saat kedaruratan di sekitarnya. Tujuannya, mengurangi risiko yang lebih besar, bahkan kematian.

Menurut instruktur BLS dari Departemen Anestesiologi & Reanimasi FK UNAIR April Poerwanto Basoeki, dr., Sp.An KIC., bila kita menyaksikan ada orang mendadak jatuh dan terlunglai lemas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah baringkan di alas datar. Periksalah korban masih sadar atau tidak.

”Caranya, panggil dia dengan suara keras dan tepuk-tepuk bahunya dengan keras,” ungkapnya dalam pelatihan di FK beberapa waktu lalu.

Bila korban ternyata tidak sadar, berteriaklah “Code Blue” minta bantuan. Code Blue adalah sandi internasional untuk meminta bantuan bagi korban yang tak sadarkan diri. Sementara itu, Code Red adalah sandi untuk bantuan kebakaran. Segeralah minta juga bantuan orang lain untuk menelepon rumah sakit, ambulans, atau menghubungi satpam. Nomor telepon Code Blue Center RSUD dr. Soetomo (031) 550-1234.

Sembari meminta bantuan orang lain, Anda harus bergegas menolong korban dengan menengadahkan kepalanya. Periksalah napasnya dengan cara mendekatkan telinga ke hidung atau mulut korban. Tidak usah merepotkan diri dengan memeriksa nadi korban. Sebagai orang awam, kita hampir pasti kesulitan menemukan di mana letak nadi korban.

“Mendongakkan kepala ini juga bertujuan aliran pernafasan korban dapat berjalan lancar. Sebab, biasanya posisi kepala orang pingsan cenderung tertunduk, yang bisa mengunci jalannya pernafasan,” ungkapnya.

Jika ternyata korban tidak bernapas atau napasnya tersengal-sengal, segeralah lakukan pijat jantung. Caranya, menekankan tumit tangan ke tengah dada korban secara berulang-ulang seperti orang memompa. Tujuannya, membantu jantung untuk tetap memompa darah agar darah tetap mengalir ke otak dan organ vital tubuh lainnya.

Setiap 30 kali pijat jantung (dengan kecepatan 120 X per menit) lakukanlah tiupan napas lewat mulut korban. Bila tidak mau atau mampu melakukan tiupan mulut, lakukanlah pijat jantung saja. Bila ada dua penolong, pijat jantung dapat dilakukan secara bergantian.

“Lakukan terus pijat jantung sampai korban sadar atau sampai tim dokter datang. Jika sampai sampai 20 menit atau 30 menit korban tidak juga sadar dan tim Code Blue belum datang. Ya sudah para penolong silakan berdiri berjejer lalu bersama-sama ucapkan innalillahi wainnalillahi rojiun,” ucap dokter April, lantas tersenyum. (*)

Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha
Editor: Feri Fenoria