UNAIR NEWS – Ada yang berbeda pada upacara peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh civitas akademika Universitas Airlangga. Tidak seperti biasanya, suasana panas di halaman Kantor Manajemen Kampus C UNAIR sontak cair dengan inisiatif Rektor UNAIR Prof. Nasih yang meminta peserta upacara membaca sekaligus menirukan gaya pidato Bung Tomo.
Puluhan peserta upacara yang terdiri atas mahasiswa dan tenaga kependidikan UNAIR pun berebut untuk maju. Satu per satu peserta akhirnya membacakan dan menirukan gaya pidato Bung Tomo hingga memecahkan suasana. Nuansa perjuangan arek-arek Suroboyo pun seakan hidup kembali di tengah kesakralan upacara.
Bukan hanya itu, puluhan peserta yang telah usai membaca dan menirukan pidato Bung Tomo bakal diseleksi dewan juri yang ditunjuk secara langsung oleh rektor. Satu di antara sekian peserta terbaik pun diminta rektor untuk membaca dan menirukan kembali pidato Bung Tomo pada acara akbar tahunan UNAIR, Sidang Dies Natalis ke-63 yang dilangsungkan di Aula Garuda Mukti.
“Satu di antara peserta yang terbaik, saya harap nanti membaca dan menirukan pidato Bung Tomo pada sidang Dies Natalis UNAIR,” pinta Nasih seusai mendengar dan melihat peserta upacara berpidato.
Selanjutnya, sebagai pembina upacara, Nasih pun melanjutkan amanat upacara. Berlandaskan tema besar peringatan Hari Pahlawan “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”, Nasih mengajak kepada seluruh peserta agar mengurangi ketergantungan dengan pihak lain.
“Mari kita bersama-sama untuk melawan segala bentuk penjajahan dari segala bidang yang ada,” tandas Nasih.
Di pidato yang singkat itu, Nasih kembali menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan adalah momentum untuk menghargai jasa pahlawan serta meneruskan cita-cita mulia mereka.
“Dengan peringatan Hari Pahlawan ini, mari kita semua berusaha dengan semaksimal mungkin untuk meneruskan cita-cita mereka demi terwujudnya Indonesia yang adil dan beradab,” pungkasnya.
Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Feri Fenoria





