Universitas Airlangga Official Website

Airlangga Business Forum Bahas Ketahanan UMKM

Talkshow Nasional Airlangga Business Forum “UMKM Bridging The Gap: Empowering Small Businesses for Economic Resilience in Society 5.0” pada Minggu (3/12/2023) di Aula Candradimuka GKB UNAIR. (Foto: Tsaqifa Farhana W)

UNAIR NEWS – Kementerian Ekonomi Digital dan Produk Kreatif BEM Universitas Airlangga mengadakan talkshow nasional Airlangga Business Forum. Kegiatan itu bertajuk “UMKM Bridging The Gap: Empowering Small Businesses for Economic Resilience in Society 5.0” pada Minggu (3/12/2023) di Aula Candradimuka GKB UNAIR.

Dalam talkshow kali ini, mendatangkan sejumlah narasumber yang berpengalaman pada bidang ekonomi dan wirausaha yang merupakan topik utama dalam acara ini. Mulai dari yang berpengalaman pada bidang usaha UMKM sekaligus Chief Operation Officer Markas Walet, Maulana Satria Aji S KM. Lalu ada dari BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim, Lukman I.Marpaung S IP. Hingga Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo BA M Comm.

Membahas ketahanan ekonomi dalam sebuah usaha termasuk UMKM erat kaitannya dengan marketing. Maulana Satria Aji menjelaskan tentang marketing sustainable atau pemasaran keberlangsungan yang berdampak pada dinamika masyarakat. Menurutnya penting untuk memperhatikan faktor pemasaran berkelanjutan terutama dalam mendukung ketahanan UMKM. 

Selanjutnya BPD HIPMI Jatim, Lukman I. Marpaung menambahkan terkait pentingnya melakukan riset terkait dengan produk, “Marketing tidak hanya pemasaran dan promosi, tapi riset terkait produk itu juga perlu. Riset dalam marketing adalah salah satu aspek dalam marketing sustainable,” imbuhnya.

Terkait strategi keuangan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menyampaikan penting untuk mengatur dinamika keuangan. Menurutnya permodalan atau akses pembiayaan adalah komponen penting dalam membangun usaha. “Ketika membangun usaha itu tidak tiba-tiba sukses, ada proses. Dalam proses itu juga butuh modal untuk bertahan,” jelasnya.

Dalam materi berikutnya, Angela menyampaikan terkait tantangan dalam mempertahankan usaha atau UMKM salah satunya adalah pada aspek akses biaya. Ia memaparkan bahwa saat ini komposisi UMKM Indonesia 99% nya adalah usaha mikro. “Dengan komposisi mikro ini ada survei yang mengatakan bahwa 20% pembiayaannya dari dana pribadi,” jelasnya. Menurutnya ini merupakan tantangan untuk meningkatkan akses pembiayaan. Salah satunya melalui investasi. “Makanya kami (kemenparekraf) mendorong investasi masuk ke Indonesia,” katanya. 

Ia juga menjelaskan bahwa jika ingin membuka usaha atau UMKM penting untuk memperluas jaringan dan relasi, dengan mengikuti kompetisi, program-program wirausaha baik dari Universitas, Lembaga maupun Pemprov. “Setidaknya kita akan kenal sama yang punya akses kepada para investor,” katanya. Selain dengan memperhatikan akses pembiayaan dan aktif mengikuti program wirausaha, Angela menyampaikan bahwa usaha ketahanan ekonomi UMKM adalah dengan memperdalam ilmu. “Usaha lainnya adalah mendapatkan ilmu gimana kedepannya bisa presentasi yang lebih meyakinkan kepada para investor,” imbuhnya.

Pada akhir acara, para narasumber memberikan closing statement. Dari Luqman ia menyampaikan “By technical bisnis yang lebih potensi keberhasilan dan berjalan lebih tinggi ketika punya basic knowledge dan resource. Work, knowledge, experience itu adalah dasar dalam menjalani bisnis,” tutupnya.

Dari Angela ia memberikan motivasi dan pentingnya soft skills Soft skill perlu untuk terus terasah. Kedepannya akan banyak dibutuhkan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan berpikir analisis. Kita harus terus beradaptasi. Jangan berhenti belajar,” tutupnya.

Penulis: Tsaqifa Farhana W

Editor: Nuri Hermawan