Universitas Airlangga Official Website

Airlangga Forum Gelar Diskusi Optimisme di Tahun 2023

Sesi Diskusi Berlangsung Airlangga Forum Ke-115 Secara Hybrid pada Jum’at (6/1/2023) (Foto: SS Youtube)

UNAIR NEWS – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan acara rutin mingguannya diawal tahun 2023 yang bertajuk Airlangga Forum pada Jumat Sore (6/01/2023). Airlangga Forum ke-115 yang diselenggarakan pada hari itu  mengangkat tema perspektif kesehatan  ekonomi dan mitigasi bencana.

Pada acara tersebut, hadir empat pembicara yakni pertama Satrio Nurseno S ST PRIP,  merupakan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Provinsi Jawa Timur, Kedua Dr Ni Made Sukartini SE MSi MIDEC (Koordinator Program Studi Ekonomi Kesehatan Sekolah Pascasarjana UNAIR), Ketiga Dr Arif Hargono drg M Kes (Koordinator Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana UNAIR) dan Dr Hendro Puspito SE, M PSDM (Sekretaris IKA Sekolah Pascasarjana UNAIR).  

Dalam Airlangga Forum tersebut, awal mulanya Satrio mengutarakan terkait kekhawatirannya akan kesadaran masyarakat terhadap bencana dalam menghadapi tahun yang telah berganti ini. Menurutnya terkait kesadaran masyarakat Indonesia masih kurang, jika dibandingkan dengan kondisi negara lain yang lebih maju.  

“Nyatanya Indonesia memang masih ketinggalan jauh. Hal tersebut pun masih menjadi sebuah tantangan bagi BPBD, ketika ingin mendekati masyarakat dengan maksud untuk dijadikan pelopor kebencanaan, tetapi faktanya masih ada beberapa belum keterbukaan dari masyarakat tertentu,” ungkap Satrio.

Lebih lanjut, Menanggapi kekhawatiran bencana tersebut, Dr Arief Hargono mempercayai bahwa, sebab karena bencana merupakan permasalahan kompleks maka penanganannya juga haruslah multidisiplin.

“Ketika ada banyak komponen, institusi dan keseluruhannya saling memberikan dukungan, bantuan dan masukkan yang dibutuhkan adalah komunikasi. Lebih khususnya yakni komunikasi risiko hal ini bisa melakukan pesan-pesan strategis ketika bencana agar bisa diterima oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya, disisi lain optimisme lain juga dibangun oleh Dr Ni Made, beliau mengungkapkan bahwa UNAIR memiliki program satu-satunya program studi dan pertama di Indonesia yakni magister ekonomi kesehatan, hal tersebut tentunya kesempatan untuk mengenalkan rasionalitas ekonomi pada kesehatan. Salah satu mata kuliah di dalamnya yakni ilmu sosial dan perilaku mempelajari tentang desain kebijakan supaya masyarakat dengan sadar  melakukan investasi di bidang kesehatan.

“Tentu saja hal ini kemudian mengarahkan lulusan menjadi profesional yang mampu mendesain atau merekomendasikan kepada pemerintah terkait kebijakan kesehatan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Di Akhir sesi diskusi, Dr Hendro mengungkapkan penting untuk melihat harapan yang ada dengan cara melihat sejarah agar bisa dipetik pembelajarannya. Menurutnya bayangan gelap tahun 2023 sudah beberapa kali terlihat di akhir tahun 2022. Baginya, saat itu pelaku UMKM yang berhasil berdiri sebagai pembangkit keadaan ekonomi yang sempat terpuruk ketika pandemi dan pasca pandemi.

“Sikap optimis mencari peluang, kemauan meningkatkan SDM, kemampuan dan keterampilan guna peningkatan pengelolaan teknologi informasi serta penggunaan produk dalam negeri. Empat hal tersebut dapat dioptimalkan agar tercapai kemajuan,” pungkasnya.

Penulis: Langgeng Widodo

Editor: Nuri Hermawan