Universitas Airlangga Official Website

Airlangga Forum: Inovasi Jadi Tolak Ukur Keunggulan Suatu Bangsa

: Koordinator Program Studi S3 Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana UNAIR Prof Dr Mas Rahmah SH LLM (Kiri) dalam Airlangga Forum. (Foto: SS YouTube)

UNAIR NEWS Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program Airlangga Forum yang ke-131 dengan tema Inovasi dan Keunggulan Bangsa pada Jumat (06/05/2023). Airlangga Forum berlangsung sebagai hasil kerja sama antara Sekolah Pascasarjana UNAIR dengan Asosiasi Lembaga Penyiaran Publik Lokal. Sehingga tidak hanya tayang melalui platform daring Zoom dan Youtube, tetapi juga radio-radio yang tersebar di Jawa Timur.

Koordinator Program Studi S3 Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana UNAIR Prof Dr Mas Rahmah SH LLM menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut. Dalam paparannya, Ia menyampaikan pandangannya mengenai hubungan inovasi dan keunggulan suatu bangsa dari sudut pandang akademik. 

Menurutnya, inovasi menjadi salah satu tolak ukur untuk menentukan keunggulan suatu bangsa. Kendati demikian, untuk menghasilkan inovasi yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan tidak terjadi begitu saja. Terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan terciptanya sebuah inovasi.

Ekosistem yang Mendukung

Rahmah memaparkan bahwa dalam upaya untuk menggalakkan pembangunan suatu inovasi harus dilengkapi dengan ekosistem yang mendukung. Maka dari itu, baik dari pihak akademik maupun birokrasi dapat membangun suatu ekosistem dapat mendukung terciptanya sebuah inovasi. Salah satu hal yang dapat tim lakukan adalah dengan memberikan suatu penghargaan.

“Jadi ada ekosistem yang akan mendukung penciptaan inovasi-inovasi baru yang ekosistem itu perlu pembangunan dengan model mulai dari pemberian reward tadi,” jelasnya.

Regulasi bagi Inovasi dan Inovator

Selain penghargaan, Rahmah juga menyampaikan bahwa dalam membangun ekosistem pertumbuhan inovasi juga memerlukan regulasi. Inovator sebagai penggagas dari inovasi tersebut juga membutuhkan perlindungan terhadap inovasi yang mereka ciptakan.

“Kemudian juga dengan perlindungan, dengan regulasi yang akan melindungi inovasi itu. dengan perlindungan tentu kemudian inovator akan terus berinovasi  menghasilkan produk-produk baru yang berkualitas, yang lebih efisien, lebih murah, dan seterusnya yang kemudian akan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Kreativitas dan Intelektual

Setiap inovasi, sambungnya, lahir dari kreativitas. Ia berpendapat bahwa setiap manusia sebagai suatu individu memiliki intelektualitas nya masing-masing. Maka dari itu, penting untuk memupuk kreativitas tiap individu guna menciptakan inovasi-inovasi yang lebih baru dan unggul.

“Kreatif ini yang perlu dipupuk. Kreativitas terkait dengan intelektual manusia. Kita bisa lihat bagaimana inovasi hasil dari intelektual manusia itu mulai sejarahnya, kita tidak bisa membayangkan kita bisa terbang pakai pesawat terbang. Itu kan inovasi,” paparnya.

Distribusi Inovasi

Faktor pendukung terakhir pada sebuah inovasi adalah bagaimana inovasi tersebut sampai kepada publik. Pihak-pihak yang berperan dalam memasarkan produk harus saling bersinergi demi keberhasilan inovasi agar dapat menjangkau masyarakat luas.

“Suatu inovasi kalau tidak bermanfaat dikomersialisasi tidak ada maknanya gitu ‘kan. Sehingga tentunya bidang hukum, bidang hak intelektual, kemudian pemasaran, bidang ekonomi untuk memasarkan produk inovasi ini tentunya harus saling bersinergi. (*)

Penulis: Muhammad Badrul Anwar

Editor: Nuri Hermawan