Universitas Airlangga Official Website

Airlangga Goes Green, Langkah Nyata Menuju Kampus Cerdas dan Ramah Iklim

Dr Nurina Fitriani ST saat memaparkan materi perubahan iklim dalam webinar Airlangga Goes Green: Menuju Kampus Net Zero Carbon, Jumat (13/5/2025) (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadapi krisis iklim global melalui kegiatan bertajuk Airlangga Goes Green: Menuju Kampus Net Zero Carbon . Webinar ini terselenggara pada Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini mengajak seluruh civitas academica untuk memahami sekaligus terlibat aktif dalam menurunkan jejak karbon di lingkungan kampus.

Kasubdit Evaluasi dan Kompensasi Direktorat SDM UNAIR, Agustine Prihatine Kadir SE Ak, dalam sambutannya menegaskan bahwa UNAIR tak hanya ingin unggul dalam bidang akademik. Tetapi juga berperan strategis sebagai agen perubahan dalam isu lingkungan global.

“UNAIR memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga penghasil solusi nyata bagi masa depan lingkungan. Setiap langkah kecil yang kita ambil adalah bagian dari gerakan besar menuju dunia yang lebih hijau dan berkeadilan,” ujarnya.

Kasubdit Evaluasi dan Kompensasi Direktorat SDM UNAIR, Agustine Prihatine Kadir SE Ak sedang memberi sambutan pada webinar Airlangga Goes Green, Jumat (13/5/2025) (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)
Kasubdit Evaluasi dan Kompensasi Direktorat SDM UNAIR, Agustine Prihatine Kadir SE Ak sedang memberi sambutan pada webinar Airlangga Goes Green, Jumat (13/5/2025) (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)

Dr Nurina Fitriani ST yang juga dosen Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR, hadir sebagai keynote speaker dengan paparan mendalam tentang perubahan iklim global. Ia menjelaskan bahwa pemanasan global yang kini kita alami ditandai oleh kenaikan suhu rata-rata, perubahan curah hujan, naiknya permukaan laut, serta meningkatnya bencana iklim. “Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pola konsumsi energi di kampus turut menjadi pemicu utama,” ungkapnya.

Dr Nurina juga mengidentifikasi tantangan utama UNAIR dalam menurunkan emisi karbon. Antara lain konsumsi listrik dari sumber tidak terbarukan, sampah organik kafetaria, dan transportasi mahasiswa. Konsep green campus, menurutnya, menjadi pendekatan penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang bertanggung jawab secara ekologis. “Tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran dan nilai keberlanjutan di seluruh aspek pembelajaran dan operasional kampus,” ucapnya.

UNAIR telah memulai berbagai langkah nyata menuju konsep green campus dan net zero carbon. Di sektor energi, UNAIR menggunakan sumber terbarukan seperti solar (801.828 kWh), wind (28.760 kWh), biomassa, serta biodiesel. Implementasi teknologi bangunan pintar telah menjangkau 50–75% area kampus.

Inovasi teknologi juga didorong melalui Airlangga Photovoltage System Monitoring dan S-miles Enduser, yang memungkinkan pemantauan dan optimalisasi konsumsi energi secara real-time. Hasilnya, UNAIR berhasil menurunkan emisi karbon hingga 25%.

Melalui sinergi antara teknologi, edukasi, dan partisipasi aktif sivitas akademika, UNAIR terus bergerak menuju visi kampus hijau yang bukan hanya berwawasan lingkungan, tetapi juga berkelanjutan demi generasi masa depan.

Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra

Editor: Yulia Rohmawati