UNAIR NEWS – IMERCY menyelenggarakan Sosialisasi Call For Pengmas (CFP) 2025 mengenai pengenalan AISMo (Automatic Irrigation and Soil Monitoring) pada Sabtu (14/6/2025) di Desa Ngembat, Gondang, Mojokerto. Kegiatan ini mengenalkan sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) bernama AISMo. Sistem ini bertujuan mendukung reboisasi melalui irigasi otomatis dan pemantauan kualitas tanah.
Tim IMERCY membuka kegiatan sosialisasi melalui sambutan ketua IMERCY, perwakilan YPM, dan mitra SDGs Universitas Airlangga (UNAIR). Mereka menyampaikan harapan besar terhadap penerapan AISMo di kawasan Hutan Wakaf YPM. Tim IMERCY juga menyampaikan materi mengenai fitur utama AISMo seperti sensor kelembaban, suhu, pH, NPK, serta penggunaan energi dari panel surya.
Mekanisme Kerja AISMo
Peserta mengikuti sesi tanya jawab secara aktif untuk memahami lebih dalam tentang mekanisme kerja sistem. AISMo bekerja dalam dua mode operasi, yaitu manual dan otomatis. “Mode manual memberi kesempatan pihak dari Hutan Wakaf YPM untuk mengendalikan sistem secara langsung dalam situasi tertentu. Sementara itu, mode otomatis meningkatkan efisiensi penggunaan air saat iklim berubah, sehingga proses reboisasi berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Diki Darmawan.

Ia menambahkan bahwa sensor mengirimkan data secara real-time melalui LCD dan dashboard berbasis web, sehingga pengguna dapat memantau kondisi lahan secara langsung dan akurat. Panitia menutup kegiatan dengan sesi dokumentasi dan mengarahkan peserta untuk kembali ke kampus. Kegiatan ini membangun sinergi antara IMERCY, mitra, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. IMERCY mendorong pengembangan AISMo secara luas demi mendukung reboisasi berkelanjutan. Program ini turut mendukung pencapaian target SDG’s dalam pengelolaan ekosistem darat.
Tebar Manfaat
Teknologi AISMo memberikan manfaat nyata bagi pengelola Hutan Wakaf YPM. Sistem ini membantu menjaga suplai air pada musim kemarau dan meningkatkan peluang hidup tanaman muda. Dengan pengaturan otomatis, masyarakat dapat menghemat tenaga serta air, sehingga pemulihan lahan kritis berjalan lebih efisien.
Program ini juga sejalan dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan poin 15 (Menjaga Ekosistem Darat). AISMo mendorong penggunaan energi terbarukan, konservasi air, dan penguatan ketahanan lingkungan berbasis teknologi.
Penulis: Muhammad Thofa Saputra, Andri Hariyanto
Editor: Yulia Rohmawati





