UNAIR NEWS – Dalam upaya menjembatani dunia akademik dengan praktik nyata di ekosistem industri, mahasiswa Program Studi D4 Teknik Informatika, Fakultas Vokasi, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) Penyetaraan Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program magang melalui skema Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA). Kegiatan magang mandiri ini berlangsung di PT Fantasi Eksplorasi Semesta (FES) selama periode Februari 2025 hingga Februari 2026.
Melalui program akselerasi ini, mahasiswa terjun langsung dengan mengemban peran sebagai Web Developer Intern dalam merancang, membangun, dan mengoptimalkan ekosistem produk digital perusahaan berskala besar. Keterlibatan ini tidak hanya menjadi sarana validasi keilmuan rekayasa perangkat lunak. Tetapi juga memberikan kontribusi teknis yang nyata dalam memastikan keandalan sistem manajemen acara sebelum diakses oleh puluhan ribu pengguna publik.
Peran Full Stack Developer dalam Membangun Ekosistem Digital
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memegang kendali atas siklus pengembangan secara menyeluruh (full stack). Mulai dari perancangan antarmuka pengguna interaktif (frontend) hingga pembangunan logika peladen (backend). Sistem yang dikembangkan secara intensif meliputi futurepreneursummit.com, growinsight.id, dan festorganizer.com. Ketiga platform tersebut berfungsi sebagai tulang punggung operasional event management, sistem ticketing komprehensif, hingga sarana distribusi wawasan bisnis dan kelas daring.
Pendekatan pengembangan dilakukan menggunakan konsep Single Page Application (SPA) dengan integrasi pustaka React.js dan framework Laravel yang dijembatani oleh Inertia.js.
“Melalui proses rekayasa perangkat lunak ini, saya menyadari bahwa pengembangan web bukan sekadar menulis baris kode yang berfungsi. Melainkan tentang bagaimana merancang arsitektur sistem yang tangguh untuk mengatasi lonjakan trafik secara efisien dan memberikan pengalaman navigasi yang responsif,” ujar Alif Adiawan, pelaksana program.
Optimalisasi Basis Data dan Validasi Menjelang Rilis
Berbeda dengan pembuatan aplikasi konvensional, mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan tantangan performa tingkat lanjut. Salah satu langkah krusial yang dilakukan adalah mencegah inefisiensi kueri basis data (anomali N+1 Query Problem) pada MySQL melalui penerapan teknik Eager Loading.
Setelah tahap perancangan kode rampung, mahasiswa melakukan proses Quality Control (QC) yang ketat untuk memastikan tidak ada celah keamanan maupun kendala fungsionalitas. Sistem yang telah divalidasi kemudian di-deploy ke lingkungan Virtual Private Server (VPS) berbasis sistem operasi Linux. Pemantauan (monitoring) terus dilakukan pada lingkungan produksi untuk menjamin kestabilan server dan kelancaran akses lalu lintas data.
Tantangan Manajemen Infrastruktur dan Integrasi Skala Besar
Mahasiswa menghadapi tantangan tersendiri tidak hanya dalam merajut berbagai modul sistem yang kompleks tanpa menggunakan REST API terpisah. Tetapi juga dalam aspek manajemen infrastruktur peladen. Tantangan krusial yang harus dipecahkan meliputi manajemen operasional beberapa website sekaligus di dalam satu lingkungan Virtual Private Server (VPS). Kondisi ini menuntut tingkat ketelitian dan pemahaman infrastruktur jaringan yang tinggi. Terutama dalam mengatur konfigurasi domain dan nameserver (DNS) yang tersebar di berbagai penyedia layanan (provider) berbeda. Proses ini mencakup sinkronisasi ekosistem dengan platform deployment mutakhir seperti Vercel, serta pengamanan jalur lalu lintas data menggunakan Cloudflare.
Melalui pengalaman berharga ini, mahasiswa tidak hanya memperkaya keterampilan teknis pengembangan (hard skills). Namun juga mengasah ketajaman manajemen infrastruktur (DevOps), kemampuan troubleshooting tingkat lanjut, serta kolaborasi komunikasi jarak jauh (hibrida) di industri kreatif yang serba dinamis.
Dukung SDGs 8 dan 9
Kegiatan magang teknologi ini turut mendukung komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada pemenuhan poin ke-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan infrastruktur digital industri kreatif. Selain itu, program ini juga mendukung SDG poin ke-8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan talenta digital unggul yang mampu memacu produktivitas dan inovasi di sektor teknologi.
Program KKN-BBK Penyetaraan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Airlangga dalam mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya matang secara teori. Melainkan sangat siap bersaing dan relevan dengan disrupsi dunia kerja di era digitalisasi industri.
Penulis: Muhammad Alif Adiawan





