n

Universitas Airlangga Official Website

Aktif Berorganisasi dan Gemar Berkompetisi, Samudro Jadi Wisudawan Berprestasi

Desain: Feri Fenoria Rifai

UNAIR NEWS – Akhir studi jenjang diploma tiga membuahkan hasil yang memuaskah bagi Samudro Bekti. Laki-laki kelahiran Jakarta, 10 April 1997 itu memiliki deretan prestasi membanggakan hingga dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga periode wisuda September 2018.

Dari deretan prestasi yang pernah diraih, prestasi paling berkesan menurut Samudro Bekti adalah Best Speaker kategori debat bahasa Indonesia dalam Olimpiade Ilmiah Vokasi Nasional Universitas Indonesia tahun 2016. Olimpiade bertaraf nasional itu dikhususkan bagi mahasiswa vokasi seluruh Indonesia.

Beberapa prestasi yang tak kalah membanggakan antara lain Juara I Kategori Debat Bahasa Indonesia Vokasi Nasional Universitas Indonesia tahun 2016, Juara I Call For Paper Tax Festival Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM) tahun 2017, Perdelapan Finalis Tax Competition Universitas Indonesia tahun 2017, Juara II Call For Paper Tax Festival FE UM tahun 2018, serta menjadi moderator dalam kuliah umum perpajakan bersama Kantor Konsultan Pajak MUC di Fakultas Vokasi UNAIR.

Tak hanya beprestasi dalam berbagai kompetisi, alumnus D3 Perpajakan UNAIR ini juga aktif mengikuti organisasi sejak masih duduk di bangku SMA. Semasa SMA, ia pernah menjadi Ketua Paskibraka SMAN 62 Jakarta, Ketua Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR, Anggota Komisi 2 Pengawasan Dewan Legislatif Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR, Anggota Majelis Perwakilan Mahasiswa UNAIR, serta PANWASLU Fakultas Vokasi UNAIR.

Manajemen waktu merupakan salah satu hambatan yang selalu dihadapi mahasiswa. Bagi Ado untuk mengatasi hal tersebut, ia terbiasa membuat jadwal berdasarkan urgensi yang ada, lalu ia akan menyelesaikan keperluan yang paling mendesak terlebih dahulu.

Alhamdullilah, saya memiliki lingkungan yang selalu mendukung. Mulai dari orang tua dan sahabat yang selalu memberikan semangat tanpa henti, hingga HIMA (himpunan mahasiswa, Red) D3 Perpajakan yang memberikan pendampingan, serta tutor tambahan untuk mengejar akademik yang tertinggal selama masa perlombaan,” terang Ado.

“Kuliah bukan hanya mengenai akademik saja. Sayang rasanya jika masa indah kita sebagai mahasiswa hanya digunakan untuk menerima materi perkuliahan tanpa dapat mengembangkan softskills yang kita miliki. Dengan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada untuk mengembangkan diri, terus berusaha tanpa henti, dan menghargai setiap proses yang kita lalui, insya Allah dibalik semua itu akan memberikan dampak positif pada diri kita,” pesan Ado kepada teman-teman mahasiswa. (*)

Penulis: Wiwik Eryanti Ningrum

Editor: Binti Q. Masruroh