Produk pencerah kulit merupakan salah satu jenis produk kosmetik yang paling popular, biasanya mengandung bahan-bahan yang menghambat pembentukan melanin antara lain inhibitor tirosinase, ekstrak tumbuhan, dan antioksidan1,2.
Melanin adalah pigmen alami diproduksi oleh sel melanosit melalui proses melanogenesis yang terdapat pada kulit di bagian epidermis. Melanin berfungsi melindungi kulit dari radiasi ultraviolet berbahaya dari matahari. Enzim tirosinase berperan penting dalam produksi melanin. Oleh karena itu, peningkatan aktivitas enzim tirosinase dapat menyebabkan hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi menyebabkan kulit berwarna gelap seringkali tidak merata hal ini yang tidak diinginkan, dan berusaha untuk dihindari dengan penggunaan kosmetika pencerah kulit3,4.
Salah satu bahan aktif yang banyak digunakan untuk mengobati melanogenesis adalah Hidrokuinon karena kemampuannya menekan melanosit sehingga menghambat pembentukan melanin. Penggunaan Hidrokuinon untuk antimelanogenesis terbatas pada resep dokter karena memiliki berbagai efek samping, antara lain meningkatkan risiko kanker, mengiritasi kulit, merusak DNA, meningkatkan stres oksidatif, dan menyebabkan apoptosis sel.5,6 Bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan telah banyak mendapat perhatian dalam mecegah hiperpigmentasi karena dianggap memiliki efek yang lebih ringan, lebih aman, lebih sehat, dan lebih hemat biaya. Beberapa tumbuhan, ekstrak tumbuhan, dan fitokimia dengan berbagai mekanisme kerja telah dilaporkan sebagai agen depigmentasi yang efektif dengan efek samping yang lebih ringan.7,8,9
Tanaman yang dikenal sebagai bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan anggota famili polong-polongan Fabaceae. Tanaman ini merupakan tanaman liar yang biasanya tumbuh di pekarangan rumah atau di sekitar perkebunan atau sawah. Di kalangan masyarakat Indonesia, bunga telang banyak digunakan sebagai pewarna alami, diolah menjadi minuman, sebagai tanaman hias, dan juga digunakan sebagai obat herbal.10 Antosianin, yang terdapat dalam bunga telang, merupakan antioksidan alami yang memperlambat penuaan.7 Antosianin adalah flavonoid tumbuhan berwarna biru-ungu-merah-oranye.11
Selain itu, bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, kuinon, polifenol, dan triterpenoid. Antosianin merupakan salah satu senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan paling stabil karena terpoliasilasi (memiliki > 2 gugus asli)12,13. Penelitian yang dilakukan oleh Karunarathne dkk., 2019 membuktikan bahwa antosianin dalam senyawa tersebut berpotensi memiliki aktivitas antimelanogenesis14. Kandungan antosianin terbanyak pada bunga telang adalah golongan Cyanidin 3-(p-coumaroyl)-glucoside, Cyanidin-3-(p-coumaroyl)-rutinoside-5-glucoside, Delphinidin-3-O-(6-p-coumaroyl) glucoside, Delphinidin-3-(p-coumaroyl)-rutinoside-5-glucoside, dan Delphinidin 3-O-glucoside15.
Molecular docking merupakan alat/metode penting dalam penemuan obat.16 Docking merupakan alat/metode krusial untuk optimasi timbal, secara virtual dapat menyaring berbagai senyawa, menilai hasilnya, dan menyarankan teori struktural tentang bagaimana ligan memblokir target.17 Sehingga molecular docking dapat digunakan untuk menentukan aktivitas kelima senyawa antosianin.
Dalam penelitian ini, molecular docking lima senyawa antosianin yang terdapat dalam bunga telang dilakukan untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim tirosinase dibandingkan dengan hidrokuinon sebagai kontrol. Reseptor yang digunakan adalah 4P6R. Reseptor 4P6R merupakan enzim tirosinase dengan resolusi tinggi yang berasal dari Bacillus megaterium. 4P6R menunjukkan aktivitas tirosinase terhadap L-tirosin dan L-Dopa18.
Metode penelitian ini, yaitu docking senyawa uji terhadap reseptor target, dilakukan menggunakan program Autodock Tools dan Autodock 4.2. Hasil molecular docking, ditemukan bahwa lima antosianin paling melimpah dari bunga telang adalah Cyanidin 3-(p-coumaroyl)-glucoside, Cyanidin-3-(p-coumaroyl)-rutinoside-5-glucoside, Delphinidin-3-O-(6- p- coumaroyl) glucoside, Delphinidin-3-(p-coumaroyl)-rutinoside-5-glucoside, dan Delphinidin 3-O-glucoside memiliki aktivitas antimelanogenesis yang sama dengan hidrokuinon jika dilihat dari nilai kesamaan ΔG, Ki, dan residu asam amino yang berinteraksi dengan ligannya sama. Namun, Delphinidin-3-O-(6- p- coumaroyl) glucoside memiliki nilai ΔG terendah, yaitu -9,23 kkal/mol, dengan Ki 170,82 nM dibandingkan dengan hidrokuinon dan senyawa uji lainnya.
Energi bebas pengikatan (ΔG) menunjukkan seberapa kuat ikatan antara reseptor dan ligan. Afinitas yang baik berupa nilai ΔG yang semakin negatif (rendah). Afinitas yang rendah mengindikasikan bahwa senyawa tersebut memerlukan energi yang sedikit saat berikatan, sehingga dapat dikatakan bahwa afinitas yang rendah mengindikasikan bahwa senyawa tersebut memiliki potensi yang lebih besar untuk berinteraksi dan membentuk ikatan yang kuat dengan senyawa target. Nilai konstanta inhibisi (Ki) berbanding lurus dengan nilai ΔG; semakin negatif nilai ΔG, semakin rendah nilai konstanta inhibisi (Ki). Nilai Ki menggambarkan afinitas pengikatan dengan nilai berupa konsentrasi yang dibutuhkan suatu zat untuk menurunkan aktivitas enzim. Semakin kecil nilai Ki, semakin besar afinitas ligan dengan reseptor dan semakin rendah konsentrasi senyawa yang dibutuhkan untuk menghambat aktivitas enzim.
Berdasarkan prediksi Lipinski Rule of Five, diketahui bahwa kelima jenis antosianin dalam ekstrak bunga telang diperkirakan tidak memiliki aktivitas sebagai sediaan oral tetapi dapat digunakan sebagai sediaan topikal. Berdasarkan hasil uji toksisitas pada kulit, kelima jenis antosianin tersebut lebih aman daripada hidrokuinon. Selain itu, nilai delta G-nya lebih kecil dibandingkan hidrokuinon, sehingga diperkirakan memiliki aktivitas anti-melanogenesis yang lebih poten dan aman dibandingkan hidrokuinon.
Penulis: Prof. Dr. Tristiana Erawati M., M.Si., Apt
Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:
Fenita Shoviantari1,4, Tristiana Erawati Munandar2,3*, Widji Soeratri2,3, Mahardian Rahmadi2,3, Inayah Dian Wulandari4. Molecular Docking Anti Melanogenesis Activity of Anthocyanins from Butterfly Pea (Clitoria ternatea) Flower Water Extract. Research Journal of Pharmacy and Technology. 2025;18(5):2043-8. doi: 10.52711/0974-360X.2025.00292





