UNAIR NEWS – Di tengah ketatnya persaingan antar program studi (prodi) di bidang sains dan teknologi, S1 Fisika Universitas Airlangga (UNAIR) hadir sebagai pilihan cerdas. Tak sekadar mencetak lulusan yang andal, tetapi Fisika UNAIR juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, jejaring global, serta kepercayaan diri untuk siap bersaing dalam akademik maupun dunia kerja
Siap Bersaing di Dunia Industri
Kepala Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Herri Trilaksana SSi MSi PhD mengatakan bahwa prodi Fisika UNAIR memiliki keunggulan tidak hanya dalam bidang fisika medis, tetapi juga sektor industri. “Di samping unggul di bidang fisika medis, prodi Fisika juga menjalin kerja sama yang luas dengan sektor industri. Oleh karena itu, lulusan Fisika UNAIR memiliki peluang untuk bekerja secara seimbang,” ujarnya.

Untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, Fisika UNAIR mengadakan berbagai pelatihan. Beberapa di antaranya seperti pelatihan internet of things (IoT), mikrokontroler, dan penguasaan programmable logic control (PLC).
Tak hanya itu, prodi Fisika UNAIR juga aktif melakukan kerja sama dengan perusahaan besar. Seperti PT INKA Madiun, PT Petrokimia Gresik, PT Nusantara Power Paiton, hingga PT Danone yang memperkuat posisi prodi Fisika UNAIR di dunia industri.
Kolaborasi dan Studi Lanjut
Keunggulan lainnya dari prodi Fisika UNAIR adalah prodi ini mendapatkan status akreditasi internasional ASIIN dari Jerman sejak tahun 2018. Capaian ini menjadikan Fisika UNAIR sebagai prodi S1 Fisika kedua di Indonesia yang meraih akreditasi prestisius, setelah ITB. Pengakuan internasional menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di prodi Fisika UNAIR sudah memenuhi standar global.
Komitmen terhadap mutu juga tercermin melalui penyediaan peralatan riset dan kerja sama dengan mitra-mitra bergengsi untuk mendukung pengembangan riset mahasiswa. “Fasilitas yang diberikan oleh prodi dalam menunjang riset berupa peralatan riset maupun kesempatan berkolaborasi dengan para kolaborator, baik (mitra, red) dalam maupun luar negeri,” tutur Herri
Contoh kegiatan riset tersebut mencakup riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengembangan sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Danone, pembangunan sistem teknologi pada kondominium di Mekkah bekerja sama dengan pemerintah, serta keterlibatan dalam proyek solar car bersama University of Nottingham dan Durham University.
Selain itu, Fisika UNAIR juga mendukung mahasiswanya untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Dengan jaringan alumni yang solid, mahasiswa memiliki akses eksklusif terhadap informasi beasiswa dan peluang studi lanjutan di kampus-kampus ternama dunia, tempat di mana banyak alumni Fisika UNAIR yang menempuh pendidikan master maupun doktoral.
“Perihal studi lanjut, alumni yang telah menyelesaikan studi di luar negeri selalu memberikan informasi beasiswa dan membantu adik tingkatnya untuk dapat diterima di kampus tempat mereka belajar sebelumnya,” ungkap Herri.
Prestasi Mahasiswa
Berbagai prestasi gemilang juga berhasil mahasiswa Fisika UNAIR peroleh. Pada 2024, mereka meraih medali perunggu dalam Olimpiade Nasional MIPA bidang Fisika. Di tingkat internasional, mereka juga menorehkan prestasi dalam ajang talenta mahasiswa di Malaysia dan Thailand pada 2023 dan 2024. Menariknya lagi, Presiden BEM UNAIR periode saat ini berasal dari prodi S1 Fisika.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa prodi Fisika UNAIR tak hanya unggul dari sisi akademik saja. Namun, juga memiliki peluang untuk aktif dan berprestasi di ranah organisasi kemahasiswaan. Keunggulan-keunggulan di atas membuktikan bahwa prodi Fisika UNAIR secara serius mendukung kepercayaan diri mahasiswa yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia pasca kampus.Pada akhir, Herri menyampaikan pesan kepada calon Ksatria Airlangga untuk memilih prodi yang tepat. “Carilah prodi yang ngopeni masa depanmu. Banyak prodi hanya menerima mahasiswa, tapi tidak serius menyiapkan mereka untuk bersaing. Fisika UNAIR serius memproses mahasiswa untuk siap melangkah ke masa depan,” tutupnya.
Penulis: Rosa Maharani
Editor: Yulia Rohmawati





