UNAIR NEWS – Kabar membanggakan datang dari alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Vania Athalia Indarto Putri, S KH (Angkatan 2021) dan Dizalfa Kayla, S KH (Angkatan 2020), berhasil lolos dalam program prestisius Charoen Pokphand Best Student Award (CPBSA) yang diselenggarakan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI). Capaian ini membuktikan bahwa alumni Kedokteran Hewan UNAIR memiliki potensi besar untuk berkiprah di dunia agribisnis yang berkelanjutan dan inovatif.
Program CPBSA merupakan ajang apresiasi bagi mahasiswa dan alumni berprestasi di bidang peternakan, kedokteran hewan, serta agribisnis. Proses seleksi berlangsung ketat, dimulai dari seleksi administrasi, unggah video “WHY ME?” di media sosial, dilanjutkan dengan psikotes, wawancara, hingga Leaderless Group Discussion (LGD).
Inovasi dan Wawasan Global dari CPBSA
Vania menuturkan bahwa CPBSA memberikan pengalaman berharga yang memadukan pelatihan, magang, hingga studi banding internasional. “Pengalaman magang membuat kami sadar bahwa agribisnis bukan sekadar beternak, melainkan sistem besar yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Puncaknya, saya dapat menyaksikan langsung penerapan teknologi modern di CP Egg Industry Beijing serta belajar pemanfaatan AI dan IoT di China Agricultural University,” ungkap Vania.
Sebelum magang, peserta mendapat pelatihan Understanding Poultry Business through Balanced Scorecard yang membahas produksi, operasional, keuangan, hingga inovasi. Selanjutnya, mereka magang di berbagai unit bisnis Charoen Pokphand untuk memahami agribisnis dari hulu ke hilir.
Puncaknya, peserta mengikuti Poultry Excursion ke Tiongkok, mencakup kunjungan ke VIV Select China 2025 di Nanjing, CP Egg Industry Beijing dengan teknologi robotik berkapasitas 3 juta telur per hari, serta studi banding di China Agricultural University terkait pemanfaatan AI dan IoT dalam agribisnis.
Selain keterampilan teknis, CPBSA juga membekali peserta dengan pengembangan kepemimpinan dan komunikasi. Melalui presentasi proyek, diskusi bersama mentor, serta dinamika kerja tim, Vania belajar mengambil inisiatif, mengelola tanggung jawab, dan beradaptasi dalam lingkungan industri yang besar.
“Program ini membuka mata kami bahwa generasi muda harus berperan aktif sebagai agen perubahan menuju agribisnis yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Banyak alumni CPBSA sebelumnya telah merasakan dampak nyata, mulai dari meningkatnya kepercayaan diri, jaringan profesional yang lebih luas, hingga peluang karier di perusahaan besar termasuk Charoen Pokphand.
Tak hanya itu, Vania juga menyampaikan harapannya setelah mengikuti program ini. “Kami berharap pengalaman dari CPBSA dapat saya terapkan, baik di dunia kerja maupun di masyarakat. Saya ingin berkontribusi dalam pengembangan agribisnis yang modern dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar,” tutup vania.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





