UNAIRNEWS – Segmen Back in Time menjadi salah satu agenda utama EDSA Day 2025 yang berlangsung di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Senin (1/12/2025). Dengan tema “What if I wasn’t that active?”, talkshow itu menghadirkan lima alumni Departemen Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga (UNAIR). Yaitu, Raselly Elfa Putri, Bakdiyatul Makarromah, Cindy Karina Kustiari, Cicilia Deandra Maya Putri, dan Dika Prasetyawan dalam membagikan pengalamannya tentang kehidupan kampus, organisasi, hingga karier.
Menyeimbangkan Akademik dan Aktivitas Organisasi
Cicilia mengulas pentingnya menemukan keseimbangan antara kuliah dan aktivitas luar kelas. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami prioritas, tetapi juga tidak boleh berhenti mengeksplorasi kesempatan.
“It’s all about the balance ya. Sebagai mahasiswa, akademis itu nomor satu, your first responsibility is your study. Tapi soft skill dari organisasi juga penting,” ujarnya.
Selama kuliah, Cicil aktif mengikuti kegiatan pertukaran budaya dan organisasi luar kampus. Pengalamannya mengantarkannya pada kesempatan student exchange ke Amerika Serikat saat SMA dan kemudian ke National University of Singapore selama satu semester. Ia menilai mobilitas internasional dan pengalaman lintas budaya memperkaya pemahaman serta kemampuan interpersonalnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh menyerah ketika belum menemukan kegiatan yang cocok. “Jangan berhenti mencari. Eksplor saja dulu,” pesannya.
Belajar dari Aktivitas Kerja Sejak Semester Awal
Berbeda dengan Cicil, perjalanan kuliah Dika banyak dipengaruhi tanggung jawab ekonomi. Sejak semester tiga, ia aktif bekerja sebagai guru les. Sebelum lulus, ia juga sempat bekerja di Ikatan Alumni UNAIR dan beberapa divisi kepanitiaan kampus, mulai dari keamanan hingga medis.
Dika menilai pengalaman bekerja menjadi fondasi penting bagi dirinya hingga bisa membangun LBB EDU. “Kalau aku nggak kerja waktu itu, aku mungkin nggak akan bisa berdiri dan bertemu sama teman-teman semua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aktivitas mahasiswa tidak harus selalu terlihat di dalam kampus. Banyak mahasiswa yang tampak “kupu-kupu” justru memiliki aktivitas produktif di luar. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba dan bertanggung jawab pada pilihan masing-masing selama empat tahun masa studi.
Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Khefti Al Mawalia





