UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan kiprah alumninya di kancah Internasional. Feri Anita Wijayanti S KebBd MMid, alumnus program studi Kebidanan Fakultas Kedokteran (FK) berpartisipasi dalam acara Internasional. Acara tersebut diantaranya High Level Side Event UNGA79, Peluncuran Midwifery Accelerator dan WHO Global Webinar Panel Discussion.
Dalam forum-forum internasional itu, Nita, panggilan akrabnya, menekankan pentingnya peran para bidan dalam meningkatkan layanan kesehatan khususnya bagi ibu dan anak. Ia juga mengajak untuk berinvestasi dalam kesehatan masyarakat demi menciptakan komunitas yang sehat dan berdaya
Pentingnya Investasi Kesehatan
Dalam acara Launch of the Midwifery Accelerator, berbagai pemangku kepentingan termasuk menteri kesehatan dan keuangan turut hadir. Mereka membahas tantangan dan solusi dalam implementasi model kebidanan yang efektif serta memperkuat sistem kesehatan global.
Pada kesempatan prestisius itu, Nita kembali menjadi perwakilan dan menyampaikan pesan seputar pentingnya pengembangan dunia kebidanan
“Bersama UN Youth Delegate for Denmark, saya menegaskan kembali akan pentingnya kebidanan bagi kesehatan perempuan serta bayi baru lahir di negara berpendapatan rendah dan menengah (LMIC), memberikan kisah cerita tentang situasi bidan di Indonesia. Tidak lupa menegaskan dukungan dan investasi global terhadap kesehatan ibu dan anak,” ulas Nita.
Dukungan Implementasi Pelayanan Kebidanan
Acara selanjutnya yaitu Global Webinar WHO in collaboration with UNICEF, UNFPA and ICM yang dihadiri oleh bidan dari ratusan negara. Kali ini, Nita berkesempatan menjadi panel perwakilan bidan dari Indonesia.
“Pada kesempatan kali ini, saya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki SDM bidan yang besar dan mempunyai tantangan baik secara geografis, culture serta ekonomi. Tentu bukan hal yang mudah dalam membentuk pelayanan kebidanan yang seimbang,” ungkapnya.
Nita menyampaikan bahwa dari webinar yang ia ikuti itu sangat bermanfaat. Ia menyebut akan mengimplementasikan ilmu yang ia dapat dari forum tersebut di Indonesia. Selanjutnya Nita juga aktif menjelaskan pentingnya dukungan berbagai pihak agar model pelayanan kebidanan lebih berkelanjutan, baik di Indonesia maupun dunia.
“Selama saya mengikuti beberapa event global dengan menjadi panelis atau pembicara, saya dapat berinteraksi dan membangun jaringan global. Bukan hanya itu saja, saya banyak belajar dari sesi sharing bersama peserta lain untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman terkait kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu serta anak,” jelasnya.
Nita berpesan bahwa sebagai civitas academica UNAIR peran bukan hanya sebatas mengajar dan belajar. Akan tetapi juga menjadi agen perubahan yang terus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Penulis: Ersa Awwalul Hidayah
Editor: Yulia Rohmawati





