Universitas Airlangga Official Website

Analisis Genre pada Film Action Indonesia Gundala

Foto by Kompas com

Gundala (2019) merupakan film action Indonesia terbaru yang sukses secara komersial dan mendapatkan penghargaan di jenjang nasional dan internasional, bahkan meraih penonton terbanyak nomor 2 selama tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana karakteristik genre film Gundala. Kajian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis genre Nick Lacey yaitu Repertoire of Elements (narasi, karakter, setting, ikonografi dan style). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Gundala (mengadopsi karakteristik genre film action Barat terutama pada narasi, karakter dan style. Akan tetapi, pada setting dan ikonografi, film tersebut menunjukkan adanya modifikasi yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal. Film Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang dapat memperkaya kajian sejenis baik secara teoritis maupun secara praktis.

Konstruksi narasi Gundala (2019) mirip dengan teori konstruksi narasi film action Hollywood. Sedikit perbedaan terletak pada pembangunan hubungan the hero dan the villain. Dalam segi karakter, konstruksi karakter the hero dan the villain mirip dengan teori konstruksi karakter dalam film action Hollywood. Sedikit yang membedakan adalah tidak adanya fetisasi tubuh dan penyamaran pada the hero dalam Gundala (2019).

Setting dalam Gundala (2019) tidak sempit seperti teori karakteristik setting tempat pada film action Hollywood. Elemen setting tempat Gundala (2019) berkontribusi dalam menunjukkan aspek kultural Indonesia melalui setting kota Jakarta. Dalam hal ikonografi, Gundala (2019) memiliki karakteristik ikonografi objek visual yang mirip dengan karakteristik ikonografi objek visual film action Hollywood. Sedikit perbedaan terdapat pada senjata utama yang digunakan. The hero lebih sering menggunakan pencak silat, yang merupakan teknik bela diri asli Indonesia, dibandingkan menggunakan pistol seperti film action Hollywood kebanyakan. Sementara untuk ikonografi suara, Gundala (2019) memiliki karakteristik ikonografi suara yang sesuai dengan karakteristik ikonografi suara film action Hollywood. Sedikit keunikan dari ikonografi suara Gundala (2019) ialah berupa munculnya gending jawa sebagai musik latar. Pada ikonografi, Gundala (2019) memiliki aspek kultural Indonesia antara lain pada teknik bela diri pencak silat dan iringan musik gending jawa.  

Dalam segi style, Gundala (2019) memiliki style dengan karakteristik yang mirip dengan style film action Hollywood. Sedikit hal yang membedakan adalah pewarnaan dalam film Gundala (2019) yang cenderung hangat, sementara film action Hollywood umumnya menerapkan teknik pewarnaan yang cenderung dingin. Berdasarkan paparan diatas, dapat dilihat bahwa Gundala (2019) memiliki kemiripan karakteristik genre dengan karakteristik genre film action Hollywood.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa Gundala (2019) mengadopsi karakteristik genre film action Hollywood, namun dengan sedikit modifikasi pada setting dan ikonografi. Adapun modifikasi tersebut berupa adanya aspek kultural Indonesia dalam setting dan ikonografi Gundala (2019).

Penulis: Kinanthi N V M Sinulingga, Satrya Wibawa

Link Jurnal: https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/capture/article/view/3832