Universitas Airlangga Official Website

Angkat Ekonomi Digital, Mahasiswa FEB Menangkan National Online Essay Competition

PURBO Budi Aji Raharjo raih juara I Natinoal Online Essay Writing Competition yang diselenggarakan Universitas Jember. (Foto: dokumentasi pribadi)
PURBO Budi Aji Raharjo raih juara I Natinoal Online Essay Writing Competition yang diselenggarakan Universitas Jember. (Foto: dokumentasi pribadi)

UNAIR NEWS – Akhir-akhir ini tren otomasi Revolusi Industri 4.0 menjadi topik yang santer dibahas dalam forum diskusi maupun ajang kompetisi. Tak terkecuali bagi Purbo Budi Aji Raharjo. Beberapa waktu lalu, mahasiswa prodi manajemen 2017 tersebut mengirimkan esainya yang berjudul Revolusi Industri 4.0 : Perspektif Ekonomi Digital Terhadap Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Dalam Mewujudkan The Largest Digital Economy of Asia Di Tengah Era Disrupsi dalam ajang National Online Essay Writing Competition.

Lomba yang diselenggarakan secara daring oleh BEM FISIP Universitas Jember itu mengangkat tema serupa. Yakni, ”Tantangan dan Peluang Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0.”

Dalam karya tulisnya, Purbo membahas fenomena ”Ekonomi Digital” yang terjadi di tengah masyarakat. Menurut dia, saat ini era digitalisasi mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga membawa dampak yang cukup signifikan dalam kehidupan masyarakat. Khususnya, dalam hal perekonomian.

”Populasi Indonesia yang besar, diyakini menjadi aset dalam mewujudkan The Largest Digital Economy of Asia. Namun demikian, masih terdapat beberapa daerah di Indonesia yang memiliki koneksi internet yang kurang baik,” katanya.

Purbo menambahkan, perlu adanya distribusi yang merata terhadap daerah-daerah di pelosok Nusantara. Terutama yang masih membutuhkan pembangunan.

”Inilah yang menjadi tantangan Indonesia jika ingin menjadi raja ekonomi digital Asia,” imbuhnya.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Pada Sabtu (1/9), melalui akun media sosial, panitia mengumumkan bahwa karya tulis Purbo keluar sebagai juara pertama.

Laki-laki yang hobi menulis tersebut sebelumnya memenangkan berbagai lomba kepenulisan. Beberapa di antaranya adalah menjadi Finalis Top 7 Of Call For Paper International Accounting Week 2018 dan Juara III Kompetisi Menulis Artikel Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Meski cukup berpengalaman, Purbo menyebutkan bahwa menulis tak pernah lepas dari hambatan. Bagi dia, kendala ketika menulis esai adalah mencari ide dan gagasan menarik terkait fenomena yang sedang booming di masyarakat. Karena itu, dia banyak membaca berita dan jurnal terkait topik yang ingin diambil.

”Tips menulis esai yang baik menurut saya adalah pastikan gagasan yang kita berikan tidak terkesan seperti mengada-ada. Artinya, gagasan harus didasarkan pada fakta dan dukungan teori yang kuat,” terangnya.

Purbo juga membagikan awal mula ketertarikannya mengikuti kompetisi. Diakui Purbo, dirinya adalah tipikal orang yang mudah tertarik akan prestasi orang lain. Ada sedikit rasa iri ketika dia melihat orang lain memenangkan suatu perlombaan.

“Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana saya memulainya,” ucapnya.

Dari situ kemudian, dia menemukan cara untuk mewujudkan keinginannya. Yakni, dengan  ”memaksa diri-sendiri” untuk mengikuti lomba.

”Meskipun hasilnya tidak maksimal. Yang saya butuhkan terlebih dahulu adalah pengalaman. The point is, you wont ever know unless you give it a try! pungkasnya. (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Feri Fenoria Rifa’i