Universitas Airlangga Official Website

Asah Tanggap Darurat, BEM FKM UNAIR Latih Mahasiswa Hadapi Simulasi Kebakaran Nyata

Peserta berlatih memadamkan api kecil, bagian dari simulasi kebakaran nyata. (Foto: Istimewa)
Peserta berlatih memadamkan api kecil, bagian dari simulasi kebakaran nyata. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) Universitas Airlangga menyelenggarakan Pelatihan 2 Mawacana 2025 bertajuk Basic Fire Safety: Emergency Evacuation Planning, and Fire Drill Simulation pada Sabtu (11/10/2025) di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat kebakaran serta membangun budaya siaga bencana di kampus.

Bangun Budaya Siaga Bencana di Lingkungan Kampus

Ketua pelaksana Lutfia Rahmadyanti, mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) angkatan 2024, menjelaskan bahwa pelatihan ini menanamkan pentingnya kesiapsiagaan dan kesadaran risiko sejak dini. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga bisa membantu orang lain saat keadaan darurat,” ujarnya.

Pelatihan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13, yaitu Climate Action, yang menyoroti upaya penanganan perubahan iklim dan dampaknya seperti bencana dan cuaca ekstrem. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana perlu menjadi bagian dari budaya kampus yang berkelanjutan. Dengan memahami dasar-dasar keselamatan, mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen perubahan positif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap risiko kebencanaan.

 Peserta praktik pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan di lapangan. (Foto: Istimewa)
Sesuaikan Tema dengan Musim dan Risiko Kampus

Lutfia menyampaikan bahwa pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pertama yang bertema banjir. “Kami menyesuaikan topik dengan kondisi musim. Karena dilaksanakan pada musim kemarau, kami fokus pada simulasi kebakaran yang relevan dengan potensi risiko di kampus,” jelasnya.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya serta dukungan dosen peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM UNAIR. Kolaborasi meliputi pemberian materi, pendampingan praktik, dan penyediaan peralatan simulasi. “Kami belajar langsung dari ahlinya, mulai dari teori hingga praktik penggunaan alat pemadam api ringan dan karung basah,” tambahnya.

Antusiasme Peserta Warnai Simulasi Lapangan

Pelatihan dimulai dengan sambutan, pre-test, dan penyampaian materi oleh tim Damkar di aula FKM UNAIR. Setelah itu, peserta mengikuti simulasi evakuasi di area luar fakultas. “Mereka sangat antusias dan berani mencoba praktik pemadaman api,” kata Lutfia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih banyak teori, Pelatihan 2 Mawacana 2025 menekankan praktik langsung dan interaksi lapangan. Lutfia berharap kegiatan ini menumbuhkan budaya sadar risiko dan tanggap darurat di kalangan mahasiswa. “Kuncinya tetap tenang dan tidak panik, karena dari situ kita bisa membantu orang lain,” tutupnya.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto