UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 Kelurahan Sidokumpul sedang mendemonstrasikan prototype wet scrubber sederhana di hadapan Karang Taruna Kampung Siba pada Minggu (25/1/2026) (Foto : Dok. BBK 7 Kelurahan Sidokumpul)
Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga di Kelurahan Sidokumpul menggelar edukasi dan demonstrasi prototype teknologi Wet Scrubber sederhana untuk mengatasi permasalahan pencemaran asap yang dihasilkan oleh aktivitas mesin peleleh plastik, sehingga aktivitasnya sempat dihentikan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu (25/1/2026) bertempat di Balai RT Kampung Siba Klasik. Program kerja ini dihadiri oleh Pembina Karang Taruna Kampung Siba Klasik serta beberapa anggota Karang Taruna.
Kegiatan ini bertajuk “Menuju Kampung Siba Klasik Bebas Asap Melalui Pengenalan Teknologi Wet Scrubber Sederhana” yang dikemas dalam pengenalan singkat wet scrubber, demonstrasi langsung prototype, serta potensi pengembangannya di masa mendatang.
Berawal Dari Keluhan Warga
Menurut Maria Shelina Angie, selaku Ketua BBK 7 Kelurahan Sidokumpul mengatakan bahwa ide kegiatan ini digagas berdasarkan penuturan Kepala RT Kampung Siba Klasik, Bapak Saifudin. Beliau menyampaikan kekhawatiran warga akan asap keluaran mesin peleleh plastik yang biasa dioperasikan untuk produksi paving dari sampah plastik, sehingga dapat mengancam kesehatan warga sekitar.
“Hal ini juga selaras dengan capaian SDGs ke 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs ke 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab)” ujarnya Shelin.
Antusiasme Implementasi Wet Scrubber
Kegiatan diawali dengan pemaparan konsep teoritis dari wet scrubber dilanjutkan dengan demonstrasi prototype serta kemungkinan pengembangan scrubber versi scale up. Sesi tanya jawab berjalan dengan sangat antuasias dan hampir seluruh penonton mengajukan pertanyaan.
Di penghujung kegiatan, Ibu Dina selaku Pembina Karang Taruna Kampung Siba Klasik menyampaikan ucapan terimakasih kepada Mahasiswa BBK 7 yang telah membantu memberikan solusi inovatif atas permasalahan mereka.
“Semoga setelah kegiatan ini berakhir, adik-adik dari Karang Taruna dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk keberlanjutan pengelolaan sampah plastik di Kampung Siba” tutupnya.
Penulis : Tsabita Dini





