Kematian ibu bisa menjadi stresor neonatal yang mengaktifkan poros HPA untuk mengeluarkan glukokortikoid penanda stres. Perkembangan otak berlangsung cepat dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Synapsin-I merupakan sitokin yang berperan dan terlibat dalam pengembangan awal sistem saraf otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pemisahan anak dan ibu Rattus novergicus sebagai model kematian ibu pada ekspresi synapsin-I di cerebrum dan cerebellum Rattus norvegicus berusia 3 hari. Kelompok kontrol (K1) terdiri anak Rattus norvegicus baru lahir yang tetap bersama ibu, sedangkan kelompok perlakuan (K2) terdiri anak Rattus norvegicusbaru lahir yang dipisahkan dari ibu. Setelah 3 hari observasi, anak Rattus norvegicus dari masing-masing induk diambil dengan bobot terberat, sedang, dan terendah untuk dikorbankan dan diperiksa oleh imonohistokimia ekspresi synapsin-I. Analisis uji Mann Whitney
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekspresi synapsin-I pada cerebrum dan cerebellum otak anak Rattus norvegicus terdapart perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai P = 0,000 (p <0,05). Ekspresi synapsin-I di cerebrum dan cerebellum otak anak Rattus norvegicus yang terpisah dari induknya lebih rendah daripada yang tidak dipisahkan dari para ibu. Kesimpulan dari penelitian ini asupan susu selama kelahiran akan meningkatkan ekspresi synapsin-I sebagai sitokin yang berperan selama perkembangan otak anak.
Penulis: Prof. Dr. Widjiati, M.Si., drh.
Link terkait tulisan di atas: http://www.indianjournals.com/ijor.aspx?target=ijor:ijphrd&volume=10&issue=9&article=227





