Universitas Airlangga Official Website

Atasi Masalah Limbah, Tim ACSARA UNAIR Raih Medali Perak Kompetisi Internasional

Tim ACSARA UNAIR Raih Medali Perak dalam Kategori Lingkungan di International Science and Invention Fair (ISIF) 2024 (Foto: Istimewa)
Tim ACSARA UNAIR Raih Medali Perak dalam Kategori Lingkungan di International Science and Invention Fair (ISIF) 2024 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak prestasi gemilang di kancah internasional melalui Tim ACSARA. Tim itu berhasil meraih medali perak dalam Kategori lingkungan pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2024. Kompetisi tersebut berlangsung pada (5-10/11/2024) di Balai Diklat Industri Denpasar, Bali. 

Tim ACSARA terdiri dari lima mahasiswa yaitu Ibrahim Al Khowwas dan Muhammad Fauzil Adzim (Fakultas Vokasi 2023), Syarifah Nurus Shofa (Fakultas Farmasi 2023), Sandrina Indah Paraswati dan Riska Amelia Nirina Ilham (Fakultas Keperawatan 2022). 

ISIF merupakan ajang bergengsi yang melibatkan peneliti dari 24 negara, seperti Cina, Rusia, dan Turki. Kompetisi tersebut telah terkurasi Pusat Prestasi Nasiona (Puspresnas) dan memiliki tujuh kategori, termasuk kategori lingkungan yang dimenangkan Tim ACSARA. 

Sandrina Indah mewakili tim menjelaskan bahwa dalam kompetisi ini timnya mempersembahkan proyek inovasi bertajuk Smart Filter of ACSARA Adsorbent. Inovasi tersebut memiliki keunggulan dalam menyerap logam berat secara efektif menggunakan bahan lokal yang bersifat ramah lingkungan. 

“Kami memanfaatkan bahan-bahan lokal habis pakai untuk menciptakan produk yang berkontribusi pada penyelesaian masalah lingkungan. Prosesnya panjang dan penuh tantangan, tetapi justru memberikan banyak pembelajaran berharga bagi kami,” ungkap Sandrina.

Dokumentasi saat penjurian di booth penelitian Tim ACSARA (Foto: Istimewa)
Dokumentasi saat penjurian di booth penelitian Tim ACSARA (Foto: Istimewa)

Selain menyelesaikan masalah limbah, sambung Sandrina, proyek itu juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Keikutsertaan di ISIF tidak hanya memberikan kebanggaan, tetapi juga pengalaman yang mendalam bagi tim. Sandrina mengungkapkan bahwa ajang ini melatih mereka dalam hal kolaborasi tim, manajemen waktu, dan pengembangan kemampuan riset.

“Hal yang paling menarik adalah ketika kami berhasil menyampaikan ide kami. Kemudian mendapatkan feedback positif, dan bisa berkesempatan menjalin relasi dengan peneliti dari berbagai negara. Kami merasa sangat tertantang untuk terus belajar dan mengembangkan riset kami,” tambahnya.

Prestasi itu menjadi bukti bahwa mahasiswa UNAIR mampu bersaing di tingkat dunia dengan solusi yang berdampak nyata. “Kami berharap inovasi ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk peduli pada isu lingkungan,” tutup Sandrina.

Penulis: Adinda Aulia Pratiwi

Editor: Yulia Rohmawati