UNAIR NEWS – Masalah gigitan nyamuk sering menjadi masalah saat memasuki musim penghujan. Hal tersebut juga terjadi di Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Menghadapi masalah itu, tim BBK (Belajar Bersama Komunitas) UNAIR melakukan edukasi kesehatan dan pembuatan spray anti nyamuk pada Sabtu (17/1/26).
Menurut perwakilan kelompok BBK Desa Tempursari, Vanessa Syalomitha Syareefa. Kegiatan itu juga mendukung implementasi dari Sustainable Development Goals (SDG) 3 yaitu Good Health and Well-being. Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta dalam sosialisasi dan demo itu.
“Pembuatan bio-spray ini dapat meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan penyakit akibat nyamuk. Kami juga memilih bahan herbal dari kulit jeruk dan serai yang sudah terkenal sebagai salah satu bahan herbal yang memiliki sifat anti nyamuk,” ungkapnya.
Bio-Spray Anti Nyamuk
Kegiatan tersebut diawali dengan penyuluhan singkat mengenai bahaya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk serta pentingnya pencegahan menggunakan bahan yang aman dan ramah lingkungan. Selanjutnya, tim BBK Tempursari melakukan demonstrasi pembuatan bio-spray berbahan dasar serai dan kulit jeruk.
“Serai dan kulit jeruk terlebih dahulu dihaluskan menggunakan chopper atau blender dengan menambahkan air secukupnya. Setelah itu, hasil blender disaring untuk diambil sarinya, kemudian sari tersebut dimasukkan ke dalam botol spray. Bio-spray yang dihasilkan siap digunakan sebagai pengusir nyamuk alami,” ungkapnya.

Dampak Bagi Masyarakat
Vanessa menyebut bahwa dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti sosialisasi hingga demonstrasi yang diberikan. Program tersebut harapannya dapat memberikan edukasi terkait bahaya penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk. Selain itu, masyarakat memperoleh alternatif pengusir nyamuk yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan.
“Harapannya program Bio-Spray Serai Anti Nyamuk dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tempursari dan menjadi kebiasaan dalam menjaga kesehatan lingkungan. Kedepannya, masyarakat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada produk anti nyamuk berbahan kimia serta semakin peduli terhadap upaya pencegahan penyakit berbasis bahan alami,” pungkasnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





