n

Universitas Airlangga Official Website

Atlet Denali Bertolak Menuju Paman Sam

denali
Para atlet Airlangga Indonesia Denali Expedition di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sekitar pukul 00.40, tiga atlet Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) bertolak dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Internasional San Francisco Amerika Serikat, Rabu (17/5).

Tim yang beranggotakan Muhammad Roby Yahya (mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan), Muhammad Faishal Tamimi (mahasiswa Fakultas Vokasi), dan Yasak (alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) tersebut juga berencana mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Fransisco, Amerika Serikat.

“Penerbangan menuju Bandara Internasional San Fransisco dari Jakarta memakan waktu 27 jam. Transit satu kali di Bandara Internasional Dubai selama tiga jam,” terang Maulida Rahma Fitria selaku bendahara tim AIDeX yang turut mengantar keberangkatan para atlet.

Salah satu atlet yang juga ketua operasional, Roby, mengatakan Denali merupakan salah satu gunung yang cukup ekstrem. Di Denali, tak ada jasa porter sebagaimana ditemui di gunung-gunung lainnya. Oleh sebab itu, setiap atlet harus menyeret beban seberat hingga 50 kilogram.

Cuaca di Denali saat ini juga tak menentu. Pada bulan Mei, biasanya Alaska sudah memasuki musim panas. Namun, hingga saat ini, matahari belum bergeser ke arah utara. Suhu di Denali juga tidak menentu. Suhu paling panas mencapai minus sepuluh Celcius, namun jika terjadi badai suhu bisa mencapai hingga minus 80 derajat Celcius.

“Melihat suhu yang cukup ekstrem ini tim telah melakukan tindakan preventif yaitu dengan aklimatisasi (proses adaptasi tubuh di ketinggian) maupun berlatih menggunakan peralatan yang akan digunakan,” ujar Faishal.

Salah satu alumnus UNAIR yang turut mengantar keberangkatan para atlet, Paulus Gatot Rahardja, berpesan agar para atlet tetap menjaga kesehatan selama di sana.

“Denali bukan gunung yang biasa lho ini. Kalian itu harus makan dua kali lipat, kalian harus sehat, harus kuat, karena kalian adalah aset Merah Putih,” terang Paulus, anggota ekspedisi Jaya di puncak Cartenz-Papua tahun 1994.

Paulus juga mengingatkan agar para atlet tetap melakukan berkomunikasi dengan keluarga serta rekan-rekan tim ekspedisi, dan disiplin beribadah. “Jangan sampai lupa sholat,” tambah Paulus.

Tim AIDeX akan mendaki Denali selama 18 sampai 22 hari. Mereka bertolak dari Surabaya ke Jakarta pada 10 Mei, kemudian berangkat ke Amerika Serikat pada 17 Mei. Sedangkan, pendakian di Denali akan dimulai pada 21 Mei sampai 9 Juni.

Denali bukanlah puncak pertama yang didaki oleh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM Wanala). Empat dari tujuh puncak tertinggi yang telah tim digapai adalah Puncak Cartenz (Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan Aconcagua (Argentina/2013).

Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits mereka.

Penulis: Wahyu Nur Wahid (manajer AIDeX)

Editor: Defrina Sukma S