Universitas Airlangga Official Website

AUN Summer Camp: Mahasiswa ASEAN Kolaborasi Lestarikan Laut Lewat Aksi Tanam Mangrove

Susur dan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo oleh Delegasi AUN Summer Camp (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Airlangga Global Engagement (AGE) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) selenggarakan program Airlangga University Network (AUN) Summer Camp: Airlangga Adventure (AIRVENTURE 2025). Terselenggara pada  (11/8/2025) sampai (20/8/2025). Program ini merupakan kerja sama dengan ASEAN yang mengusung tema Protecting Marine Biodiversity. Kegiatan ini bertujuan mendukung internasionalisasi, memperluas program akademik dan kebudayaan. 

Salah satu rangkaian acara dalam AIRVENTURE adalah Workshop Mangrove. Di tempat penanaman sebanyak 52 orang delegasi dari berbagai kampus di ASEAN mendapatkan edukasi terkait mangrove dan buah mangrove. 

Spesies mangrove yang ada di Hutan Mangrove Wonorejo adalah Rhizophora mucronata. Mangrove mempunyai berbagai manfaat yaitu mencegah terjadinya abrasi dan erosi. “Hutan mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air,” jelas Devid selaku Tour Guide.

Mahasiswa dari berbagai negara Asia ikuti susur dan tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo oleh Delegasi AUN Summer Camp (Foto: Dok. Pribadi)
Mahasiswa dari berbagai negara Asia ikuti susur dan tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo oleh Delegasi AUN Summer Camp (Foto: Dok. Pribadi)

Selanjutnya ia menjelaskan mangrove berguna sebagai pencegah dan penyaring alami. “Akar pada mangrove dapat mempercepat penguraian limbah yang terbawa ke pantai serta mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut,” terangnya. 

Mangrove juga berperan untuk menstabilkan daerah pesisir. Hutan mangrove adalah pembentuk daratan karena dengan endapan tanah dapat menumbuhkan perkembangan garis pantai. Sehingga dapat memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di daratan. “Mangrove lima kali lebih baik dalam menyerap dan menyimpan karbon daripada pohon biasa. Lalu karbondioksida yang diserap disimpan menjadi biomassa sedimen yang dikenal sebagai blue carbon,” jelas Devid.

Buah Mangrove

Tidak hanya pohon saja, buah mangrove juga memiliki segudang khasiat. Buah ini biasanya menjadi sirup dan juga selai yang memiliki potensi ekonomis di bidang usaha pangan, misalnya menjadi campuran kopi. pengolahannya dengan cara dikeringkan, disangrai, digiling, dan dicampur rempah-rempah untuk meningkatkan aroma dan rasa. Selain itu, buah mangrove juga dapat menjadi pewarna alami batik. “Buah yang sudah kering dapat menghasilkan warna coklat muda, tua, hitam, dan merah muda,” ucap Devid.

“Ketika musim buah mangrove berarti itu menandakan waktu berkumpulnya hewan-hewan terkhusus monyet. Buah ini dapat meningkatkan kekebalan dan stamina tubuh pada monyet,” terangnya. 

Delegasi AUN Summer Camp sangat menikmati agenda di mangrove, mereka sangat tertarik untuk belajar beberapa spesies mangrove dan cara menanam mangrove. Mereka kerap kali mengabadikan momennya dengan foto bersama delegasi dari ASEAN.

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati