Universitas Airlangga Official Website

Bahas Kesetaraan Gender dalam Politik, Mahasiswa FIB Juarai Esai Nasional

Daniel Trisakusumo Raih Juara 1 Esai Nasional yang diselenggarakan UAP Universitas Siliwangi (Foto: Dok. Narasumber)
Daniel Trisakusumo Raih Juara 1 Esai Nasional yang diselenggarakan UAP Universitas Siliwangi (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) Daniel Trisakusumo, mengharumkan nama universitas dengan menyabet juara 1 Lomba Esai. Kompetisi tersebut merupakan besutan Unit Pendukung Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Siliwangi. Melalui esai yang mengusung kesetaraan gender dalam politik, Daniel mendapatkan gelar tersebut secara daring pada Senin (14/4/2025).

Daniel, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa jenis esai yang dilombakan dalam kompetisi ini adalah esai populer. Dengan demikian, ia dituntut untuk dapat menulis esai secara lebih komunikatif, dengan tema Posisi Perempuan dalam Politik Indonesia. 

“Esai yang saya buat di sini mengangkat gagasan perjuangan perempuan di Indonesia dalam bidang politik. Mulai dari R A Kartini kemudian Sarinah yang merupakan seorang figur sederhana namun sangat penting dalam hidup Soekarno. Pembahasan lanjut hingga era Megawati Soekarnoputri sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia,” ucapnya.

Daniel juga menyampaikan bahwa gagasan yang ia tawarkan ini menyoroti perjalanan panjang dari tokoh-tokoh perempuan yang telah ia sebutkan di atas. Kemudian alasan lainnya adalah karena tokoh-tokoh itu jarang menjadi bahan pembahasan dalam narasi politik.

“Saya menawarkan gagasan tersebut karena keduanya merupakan tokoh yang berkontribusi besar namun sayangnya mereka terpinggirkan dari narasi politik. Terutama yang saya bahas dari salah satunya yaitu Sarinah. Beliau sangat menginspirasi untuk memperjuangan keadilan sosial dan feminisme, hingga memengaruhi berbagai kebijakan properempuan. Termasuk kuota 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen,” lanjutnya.

Sejarah dan Politik

Lebih lanjut, Daniel menyebut bahwa esainya memiliki nilai unik. Yaitu memadukan perspektif sejarah dengan kondisi politik Indonesia. Ia menceritakan bahwa dengan adanya bukti perjuangan perempuan bukanlah hal yang baru diketahui. “Perjuangan para perempuan ini merupakan sebuah warisan panjang yang harus dilanjutkan oleh generasi muda Indonesia. Tujuannya agar dapat terciptanya keadilan dan kesetaraan gender di semua lini kehidupan bangsa,” jelasnya.

Perjuangan Daniel dalam meraih kemenangan bukan hal yang mudah. Banyak pesaing dari berbagai universitas di seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi ini. Berbagai tantangan dan usaha yang ia lakukan demi mencapai hasil yang memuaskan.

“Sungguh dalam menghadapi tantangan dan usaha yang saya jalani cukup panjang. Mulai dari riset data, diskusi dengan dosen dan teman-teman, revisi tulisan hingga format esai yang tepat dapat saya selesaikan sesuai ketentuan kompetisi hingga membawa saya menjadi juara,” ujarnya.

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati