UNAIR NEWS – Smart City merupakan pengembangan wilayah kota yang menggabungkan teknologi untuk mengintegrasikan efisiensi pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat. Tentunya dengan gaya konsep seperti ini akan mengubah pandangan masyarakat dengan harapan dapat menjadi tatanan yang lebih baik.
Berdasar hal tersebut, BEM Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga menyelenggarakan Talkshow Airnology 2.0 pada Selasa (10/10/2023) di Aula Candradimuka Gedung Kuliah Bersama Kampus Merr C. Tema talkshow adalah “Pengembangan Smart City Membuka Pintu Untuk Integrasi Teknologi, Pendidikan, Kesehatan, Energi, dan Infrastruktur”.
Talkshow ini merupakan serangkaian kegiatan Airnology 2.0 berupa perlombaan tingkat nasional untuk siswa SMP/SMA serta Universitas di Indonesia. Kegiatan talkshow ini terbuka untuk umum. Namun, peserta yang lolos hingga babak presentasi karya dalam perlombaan turut hadir mengikuti kegiatan talkshow ini.
Kegiatan talkshow ini dihadiri oleh Dr Ni’matuzahroh Dra selaku Wakil Dekan I FTMM; Dr Imron Mawardi Msi selaku Wakil Dekan II FTMM; Fadjar Mulya SSi MSc PhD selaku perwakilan pembina BEM FTMM; dan Lukitarini serta Ivan Rusanto selaku Assistant Vice President of PT Pegadaian.

Smart City Bidang Pendidikan
Ahmad Sya’roni Spd Mpd selaku Kepala Bidang Sekolah Menengah dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya hadir sebagai narasumber pada talkshow ini. Menurut Sya’roni tentunya ada perbedaan upaya untuk terintegrasi terkait konsep smart city.
Membagikan kondisi dalam pendidikan, Sya’roni memaparkan bahwa konsep smart city sudah mulai dikelola. “Guru seluruhnya itu hampir 23.000. Kalau ini tidak dikelola dengan modern konsep yang senafas dengan smart city, ngga mungkin” jelasnya
Tidak hanya itu, Sya’roni juga menyampaikan terkait konsep baru mengenai sekolah ramah anak. Hal ini sejalan dengan Surabaya sebagai kota layak anak. Sehingga penerapan aplikasi (e-siswa) di kawasan sekolah pun sedang berjalan.
“Jadi ketika anak-anak masuk ini, emoji-nya hari itu bisa dideteksi oleh guru dan bisa di cek satu sama lain termasuk wali kelas ” ungkapnya.
Urgensi Digitalisasi
Lebih lanjut, Sya’roni mengatakan bahwa teknologi sangat berperan saat ini. Sya’roni juga menyebutkan beberapa kejadian yang menunjukkan pentingnya sebuah digitalisasi. Sehingga penggunaan konsep smart city masuk ke dalam efisiensi yang tinggi.
Mengenai penerapan konsep smart city dengan adanya digitalisasi, maka untuk pemberkasan dapat secara langsung tanpa menggunakan kertas. “Paling nggak pengurangan kertas ini kita mengurangi penebangan pohon” ujarnya.
Sebelum menutup sesi talkshow, Sya’roni menyampaikan konsep kota Surabaya yaitu HEBAT. Melalui slogan ini harapannya dapat membentuk Surabaya yang humanis, efektif dan efisien, berakhlak, akuntabel, serta transparan.
Penulis: Meli Nor Arista
Editor: Feri Fenoria





