Universitas Airlangga Official Website

Bajakah Tampala: Herbal Endemik Kalimantan yang Melindungi Sel Pankreas pada Model Diabetes

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dan dunia. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan sel penghasil insulin di pankreas, sehingga kadar gula darah sulit dikendalikan. Selain terapi medis, pencarian bahan alami yang aman dan efektif terus dikembangkan, termasuk dari tanaman herbal asli Indonesia.

Salah satu tanaman yang menarik perhatian peneliti adalah bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk), tanaman endemik Kalimantan yang sejak lama dimanfaatkan secara tradisional. Penelitian terbaru yang melibatkan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) mengungkap bahwa ekstrak batang bajakah tampala berpotensi memperbaiki kerusakan pankreas pada kondisi diabetes.

Dalam penelitian ini, tikus putih jantan dibuat mengalami diabetes, kemudian diberikan ekstrak batang bajakah tampala selama 21 hari dengan dosis berbeda. Hasil pengamatan jaringan pankreas menunjukkan bahwa diabetes menyebabkan kerusakan serius pada pulau Langerhans, yaitu bagian pankreas yang memproduksi insulin. Namun, pemberian ekstrak bajakah tampala terbukti mampu memperbaiki bentuk dan memperluas kembali area pulau Langerhans tersebut.

Menariknya, dosis terendah justru memberikan efek perbaikan paling optimal dibandingkan dosis yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan herbal juga memerlukan dosis yang tepat agar manfaatnya maksimal dan aman.

Secara ilmiah, bajakah tampala mengandung flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa ini berperan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan, yang menjadi penyebab utama kerusakan sel pankreas pada diabetes. Selain itu, ekstrak bajakah tampala memiliki kadar gula alami yang sangat rendah, sehingga relatif aman untuk penderita diabetes.

Hasil penelitian ini memperkuat potensi bajakah tampala sebagai terapi pendamping diabetes berbasis herbal, sekaligus menunjukkan pentingnya pengembangan obat tradisional berbasis bukti ilmiah. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan sebelum dapat digunakan secara luas. Penelitian ini menjadi bukti bahwa kekayaan hayati Indonesia, jika dikaji secara ilmiah, dapat berkontribusi besar bagi pengembangan kesehatan nasional dan global.

Penulis: Dr. St. Khaerunnisa, S.Si., M.Si.

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

https://journals.lww.com/bhsj/fulltext/2025/07000/effectiveness_of_spatholobus_littoralis_hassk_stem.2.aspx