UNAIR NEWS – Mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, dalam Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Jawa Timur ke-4, dua mahasiswa UNAIR berhasil menyabet kemenangan. Kompetisi yang diselenggarakan The Japan Foundation (JF) itu berlangsung pada Sabtu (20/9/2025) di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA) Kampus B Jemursari, Surabaya dengan total 14 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan peserta umum di Jawa Timur.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Valentino Hariyadi yang meraih juara II dan Affire Rachman yang menempati juara III. Keduanya sukses mengungguli peserta lain melalui presentasi bertemakan 異文化理解 (Ibunkarikai) atau Pemahaman Lintas Budaya.
Makna Otsukaresama
Valen, sapaan akrabnya, mempresentasikan pengalaman lintas budayanya dengan judul お疲れ様から学んだこと (Otsukaresama Kara Mananda Koto) atau Hal yang Saya Pelajari dari Kata Otsukaresama. Ia membandingkan perbedaan ekspresi sapaan dalam budaya Jepang dan Indonesia. Menurutnya, budaya Jepang cenderung mengungkapkan perasaan secara langsung melalui kata-kata. Sementara di Indonesia lebih banyak diwujudkan dalam bentuk tindakan.
“Sering mendengar kata otsukaresama bikin saya tertarik. Kata sederhana ini ternyata menyimpan makna mendalam tentang penghargaan dan perhatian pada orang lain,” tuturnya.

Proses persiapan Valen memakan waktu sekitar satu bulan, dengan dua minggu terakhir difokuskan untuk menghafalkan naskah. Ia mendapatkan banyak dukungan dari dosen, teman, hingga teman penutur asli Jepang yang membantunya menyempurnakan materi presentasi. Kendati sempat kesulitan membagi waktu antara kuliah dan organisasi, hal itu dapat teratasi berkat bantuan teman-temannya.
“Pertama kali diumumkan juara II, jujur saya kaget. Ini pertama kalinya ikut lomba presentasi bahasa Jepang. Tapi saya akan menjadikan pengalaman ini sebagai refleksi untuk tampil lebih baik di tingkat nasional nanti,” ungkapnya.
Budaya Sapaan Jepang
Sementara itu, Affire mengangkat presentasi bertajuk インドネシアでの日本の挨拶文化の経験 (Indonesia de no Nihon no Aisatsu Bunka no Keiken) atau Pengalaman Budaya Sapaan Jepang di Indonesia. Ia mengulas contoh sederhana yang ditemui dalam pengalaman sehari-harinya. Mulai dari sapaan irasshaimase saat memasuki restoran Jepang, ungkapan arigatou gozaimasu ketika pelanggan selesai bertransaksi, atau yoroshiku ne ketika berinteraksi dengan teman-teman di lingkungan perkuliahannya.
“Contoh sapaan itu menurutku cukup berkesan. Rasanya hangat dan ramah, beda dengan di Indonesia yang biasanya hanya mengucapkan terima kasih. Dari situ aku jadi sadar pentingnya belajar lintas budaya, karena ada nilai yang bisa memperkaya interaksi sosial kita,” jelasnya.
Dengan persiapan yang relatif singkat, yakni tiga minggu sebelum kompetisi bermula, ia mengaku menghadapi tantangan besar dalam manajemen waktu. Namun, berkat bimbingan intensif dari dosen pembimbing serta dukungan lingkungan sekitar, Affire mampu menampilkan presentasi terbaiknya. “Aku sempat overthinking karena persiapannya mepet banget. Tapi akhirnya aku berusaha positif, meyakinkan diri pasti bisa. Dan alhamdulillah di hari H justru lancar,” tambahnya.
Sebagai informasi, peraih juara I dan II akan menjadi perwakilan Jawa Timur pada perlombaan tingkat nasional. Dengan raihan itu, Valen otomatis akan mewakili Jawa Timur dalam ajang Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada Sabtu (8/11/2025) mendatang.
Penulis: Fania Tiara Berliana M, Dhaniswari Ananta Ayu SHum MHum
Editor: Yulia Rohmawati





