Universitas Airlangga Official Website

Battra UNAIR dan RRI Surabaya Jalin Kerja Sama Edukasi Kesehatan Lewat Drama

UNAIR NEWS – Program Studi D4 Pengobat Tradisional (Battra), Fakultas Vokasi (FV), UNAIR bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya dalam edukasi kesehatan. Kerja sama berbentuk sosialisasi pada Senin (18/09/2023) itu melibatkan dosen, alumni, dan mahasiswa sebagai narasumber. Edukasi fokus dalam promosi wedang pokak yang kaya manfaat.

Hadir sebagai narasumber Bunga Azka Salsabila Afandi STr atau Bunga sebagai alumni Battra UNAIR. Turut hadir dari mahasiswa yaitu Asriana Fardha Aisyahbila atau Asri. Komitmen Battra dalam memberikan edukasi juga menyesuaikan target sasaran audience yaitu pendengar radio. Topik yang dibahas meliputi herbal, nutrisi, akupuntur, dan pijat.

Konsep Drama

Battra menghadirkan konsep drama sebagai cara dalam memberikan edukasi lewat siaran radio. Cara ini mampu untuk meningkatkan interaksi pendengar karena edukasi tersampaikan dalam bentuk hiburan. Bahasanya juga khas Surabaya, sehingga mendalami peran dan menyesuaikan audience.

“Konsep drama dan bahasa yang mudah dimengerti kami harap mampu mendapatkan perhatian pendengar radio. Masyarakat secara tidak langsung mendapatkan edukasi lewat drama yang ada,” ucapnya.

Manfaat Wedang Pokak

Program siaran dengan tajuk Mbangun Deso yang membahas herbal, nutrisi, akupuntur dan pijat. Pada kesempatan kali ini, keduanya sama sama berdiskusi tentang manfaat wedang pokak. Pembahasan komposisi wedang pokak yang kaya manfaat merupakan bentuk pelestarian rempah-rempah asli Indonesia.

Komposisi wedang pokak, seperti serai yang meningkatkan imun tubuh, jahe yang bisa menghangatkan badan, dan berbagai rempah rempah lainnya. Sehingga dalam satu gelas wedang pokak tersaji beragam manfaat bagi kesehatan.

“Pasti warga Surabaya sudah tidak asing dengan wedang pokak, di balik rasanya yang sedikit pedas. Ternyata manfaatnya sangat baik dalam menjaga imun tubuh,”ucapnya.

Mewariskan ke Generasi Muda

Bagi Asri, kesempatan untuk bisa sharing terkait pengobatan tradisional di radio merupakan kesempatan yang menarik. Tak hanya itu, konsep drama dan penyampaian dengan bahasa daerah juga diharapkan mampu membangun ketertarikan bagi pendengar. Tentunya, dalam edukasi ini peran generasi muda untuk lebih aktif dalam mengedukasi. 

“Berdialog dengan bahasa daerah dan berperan dalam drama membuat mudah dalam menyampaikan pesan. Pendengar lebih terhibur dan tidak monoton,” jelasnya. (*)

Penulis: Satriyani Dewi Astuti

Editor: Binti Q. Masruroh