UNAIR NEWS – Kolaborasi mahasiswa D4 Pengobat Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) dengan D4 Battra Alih Jenjang sukses menggelar kegiatan demo Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai olahan jamu di balai Rukun Warga (RW) III Kelurahan Sidodadi, Minggu (2/4/2023). Kegiatan tersebut merupakan gabungan mata kuliah Problem Based Learning (PBL) dan Battra Komplementer Integratif Inovatif (BKII).
Sinta Diyah Dimyati dan Eva Nila memaparkan materi tentang budidaya dan pemanfaatan TOGA untuk atasi nyeri. Keduanya menjelaskan tanaman toga berpotensi sebagai bahan pembuatan jamu yang berkhasiat mengurangi nyeri pada tubuh.
“Modifikasi beberapa jenis tanaman obat pilihan dapat menjadi minuman herbal. Selain atas nyeri, jamu juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” tutur Sinta dan Eva, mahasiswi Battra Alih Jenjang.
Selanjutnya, berlangsung demo TOGA dengan membuat jamu kemonas dari kencur, lemon, dan nanas yang memiliki manfaat mulai dari mengatasi masalah pernapasan hingga cegah risiko kanker. Dalam kegiatan itu ada 30 warga yang menerima jamu olahan mahasiswa Battra dalam bentuk kemasan botol ukuran 200 ml.
Galakkan Jamu TOGA untuk Minuman Herbal
Ketua pelaksana PBL kali ini yaitu Ayu Amaliya Salsabillah mengatakan kegiatan pengenalan TOGA sebagai olahan obat herbal bertujuan untuk menangani keluhan nyeri pada masyarakat Sidodadi. Menurut Salsa, sudah saatnya masyarakat membudidayakan TOGA yang kaya akan manfaat sekaligus dapat menanamnya di pekarangan rumah.
“Obat herbal ini kan minim efek samping dan untuk herbalnya pun bisa dilakukan penanaman sendiri di rumah masing-masing jadi pengobatan ini termasuk pengobatan yang low budget tapi ampuh. Oleh karena itu, hal ini penting untuk disampaikan ke masyarakat,” terangnya kepada UNAIR NEWS, Senin (3/4/2023).
Salsa juga mengungkap antusiasme masyarakat yang sangat tinggi saat mengikuti kegiatan itu. Ia berharap melalui demo TOGA sebagai olahan minuman herbal dapat melestarikan jamu. “Harapannya, masyarakat bisa mempraktikkan dan membuat jamu yang baik dan benar,” pungkas mahasiswi D4 Battra itu.
Penulis: Sela Septi Dwi Arista
Editor: Nuri Hermawan





