Universitas Airlangga Official Website

Bawa Pulang Juara 3 Scientific Essay, Mahasiswa Farmasi UNAIR Terapkan Teknologi Canggih untuk Deteksi Dini Penyakit

Miftakhu Rahma Wardhani menerima penghargaan Juara 3 Lomba Scientific Essay Polymer – Pharmaceutical Competition of Jember 2025. (Foto: Narasumber)
Miftakhu Rahma Wardhani menerima penghargaan Juara 3 Lomba Scientific Essay Polymer – Pharmaceutical Competition of Jember 2025. (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Miftakhu Rahma Wardhani, berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Scientific Essay Polymer – Pharmaceutical Competition of Jember 2025. Essay yang dibuatnya menyoroti deteksi dini komorbiditas antara COPD dan Tuberculosis. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi Mifta dalam mengembangkan ide ilmiah yang relevan dan aplikatif.

Ia menjelaskan, “Saya melihat adanya peningkatan prevalensi Tuberculosis dan COPD, serta hubungan komorbiditas di antara keduanya. Essay ini fokus pada bagaimana teknologi Polygenic Risk Score dan Machine Learning dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko komorbiditas sejak dini sehingga tindakan preventif bisa segera dilakukan.” Motivasi pribadi Mifta mendorongnya mencari solusi ilmiah yang nyata bagi masyarakat.

Mifta menambahkan, pengalaman ini memberinya wawasan baru tentang pentingnya literasi ilmiah dan kolaborasi dengan mentor serta teman sejawat dalam memvalidasi data dan menajamkan analisis. “Proses riset ini mengajarkan saya untuk selalu kritis terhadap setiap informasi yang diperoleh, sehingga gagasan yang disampaikan bukan hanya orisinal tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ungkapnya.

Fokus Ilmiah dan Strategi Penulisan

Dalam menyusun essay, Mifta menggunakan metode literature review dari jurnal internasional terpercaya. Ia mengumpulkan data dari berbagai penelitian, lalu menganalisis kesesuaian dan sinerginya agar temuan yang berhasil dapat ia aplikasikan secara realistis.

“Setiap analisis saya tuliskan secara sistematis dan mengikuti kaidah ilmiah agar essay tetap jelas, akurat, dan menarik bagi juri,” lanjut Mifta. Pola penulisan segitiga terbalik membantu menonjolkan informasi penting, sekaligus menekankan relevansi penerapan teknologi, sehingga pesan ilmiah tersampaikan dengan baik. Ia berharap pembaca dapat memahami bagaimana inovasi berbasis teknologi genetik dapat mereka terapkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tantangan, Prestasi, dan Rencana Masa Depan

Mifta mengakui tantangan terbesar adalah manajemen waktu dan tekanan. Sebagai peserta individu, ia harus menyelesaikan essay di tengah kesibukan kuliah, kegiatan organisasi, dan tugas di masjid. Tekanan deadline cukup tinggi, namun ia berhasil menaklukkannya dengan doa dan ketekunan.

Setelah prestasi ini, Mifta berencana mengembangkan risetnya lebih lanjut sebelum masuk proses publikasikan secara nasional dan implementasian praktis. Ia juga berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam lomba-lomba lain, menunjukkan bahwa kreativitas dan ketekunan mampu menghasilkan inovasi ilmiah yang bermanfaat. Menurutnya, pengalaman lomba ini menjadi motivasi tambahan untuk terus berkontribusi dalam bidang farmasi dan kesehatan masyarakat melalui penelitian berbasis teknologi.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto