Universitas Airlangga Official Website

BBK 7 Desa Karangdoro Gelar Sosialisasi Pencegahan Skabies, Tekankan Pentingnya Hidup Bersih dan Sehat

Pemaparan materi oleh Dosen sebagai ahli dari FIKKIA UNAIR. (Foto; Panitia)
Pemaparan materi oleh Dosen sebagai ahli dari FIKKIA UNAIR. (Foto; Panitia)

UNAIR NEWS – Tim KKN-BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Karangdoro tunjukkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan pondok pesantren. Bertempat di Pondok Pesantren Darussalam, tim BBK selenggarakan penyuluhan pencegahan penyakit kulit scabies pada Kamis (15/1/2026).

Penanggung jawab kegiatan, Selina Aswadi mengungkapkan acara yang berlangsung selama dua jam tersebut dihadiri oleh sejumlah santri dengan antusiasme yang tinggi. Menurutnya, pemilihan topik mengenai scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang sering terjadi pada lingkungan pondok pesantren. 

“Banyak faktor penyebabnya. Mulai dari padatnya hunian, penggunaan barang pribadi secara bersama, serta kurangnya pemahaman santri mengenai kebersihan diri dan lingkungan. Persiapan kami lakukan dengan menyusun materi berdasar literatur kesehatan terpercaya. Termasuk dari salah satu Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR,” ujarnya.

Para santri sebagai peserta saat menyimak materi. (Foto: Panitia)
Materi Interaktif 

Lebih lanjut, Selina juga menjelaskan bahwa materi terkemas secara menarik dan sesuai dengan tingkat pemahaman para santri yang meliputi presentasi, poster, dan penjelasan langsung oleh pemateri. “Sebelum pelaksanaan, kami melakukan observasi sederhana dan wawancara singkat dengan pengurus pesantren untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkungan serta adanya keluhan penyakit kulit di kalangan santri,” tuturnya. 

Tanggapan dan antusiasme santri sebagai peserta juga terlihat. Selina menambahkan bahwa para santri terlihat aktif dalam mendengarkan materi, bertanya, maupun berbagi pengalaman. “Tantangannya adalah anggapan bahwa gatal-gatal merupakan hal biasa. Sehingga santri kurang sadar bahwa scabies adalah penyakit menular yang perlu pencegahan,” tambahnya. 

Keterlibatan Ahli

Tak hanya memberi pemaparan biasa, Selina menegaskan adanya keterlibatan ahli dalam kegiatan kali ini. “Keterlibatan ahli dari Fakultas Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) memberikan kredibilitas ilmiah pada materi yang disampaikan serta memastikan informasi akurat, berbasis keilmuan, dan sesuai standar kesehatan,” tegasnya. 

Dengan adanya perubahan pemahaman santri setelah penyuluhan, Selina berharap santri dapat semakin memahami penyebab, cara penularan, gejala, serta pencegahan scabies. “Pentingnya penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta harapan adanya pemeriksaan kesehatan kulit secara berkala bekerja sama dengan pihak kesehatan setempat,” tutupnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Ragil Kukuh Imanto