Universitas Airlangga Official Website

BBK 7 Desa Sobrah Upayakan Aksi Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Jadi Arang Sekam

Foto bersama tim BBK 7 Sobrah dengan Gapoktan Sobrah dengan membawa produk jadi (dok. panitia)

UNAIR NEWS – Limbah sekam padi ternyata memiliki dampak positif bagi lingkungan. menyikapi peluang tersebut, Tim KKN-BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Sobrah manfaatkan sekam padi jadi arang sekam. Hasil ini dipaparkan sebagai bentuk sosialisasi pada Jumat (23/1/2026) di Balai Desa Sobrah. 

Berkolaborasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sobrah, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing kelompok dengan penuh antusias. Penanggung jawab kegiatan, Farah Amalia Nabilah sebut aksi pemanfaatan ini merupakan upaya untuk menjalankan prinsip SDGs poin 12 yaitu Responsible Consumption and Production.

“Dari penggilingan padi akan menghasilkan sekitar 25 persen sekam. Tingginya persentase limbah sekam yang tinggi ini harus diikuti dengan langkah pengolahan sekam menjadi produk yang lebih bermanfaat. Selain itu, hal ini juga demi menekan pencemaran lingkungan akibat dari sekam padi yang sangat banyak di Desa Sobrah,” sebutnya. 

Segudang Manfaat 

Meski limbah, Farah menerangkan bahwa arang sekam memiliki segudang manfaat. Arang sekam mampu mencegah genangan dan memperbaiki drainase. “Struktur poros yang dihasilkan dari penggunaan arang sekam dapat meningkatkan drainase tanah, sehingga mencegah terjadinya genangan air,” jelasnya. 

Arang sekam juga bermanfaat menjaga kelembaban tanah. Farah mengungkapkan kelembaban tanah akan tetap terkontrol sehingga resiko serangan penyakit seperti busung batang, layu, dan busuk buah bisa menurun secara signifikan. 

“Tak hanya itu, arang sekam mampu menjaga struktur tanah agar tidak terlalu padat. Hujan dapat menyebabkan tanah menjadi padat dan sulit ditembus akar. Arang sekam membantu menjaga struktur tanah tetap gembur dan berpori, tidak memadat. Tentu ini akan berdampak baik bagi tanaman,” terangnya. 

Cara Pembuatan

Tak hanya memaparkan terkait dengan manfaat, Farah juga mengungkapkan proses pembuatan dari awal hingga akhir. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa sekam padi yang sudah kering dibakar dengan menggunakan kawat ram. 

“Proses pembakaran ini umumnya memerlukan waktu dua sampai tiga jam. Ini juga tergantung dari banyaknya sekam padi yang dibakar. Selama proses pembakaran, sebaiknya juga terus melakukan pengecekan secara berkala. Sekam yang sudah mulai menghitam merata, selanjutnya disiram air agar proses pembakaran berhenti dan tidak menjadi abu,” ujarnya. 

Arang sekam baik digunakan sebagai campuran media tanam. Selain itu, bisa juga dimanfaatkan di lahan atau lubang tanam. “Apabila penggunaan langsung pada lubang tanam, dosis yang kami anjurkan yaitu maksimal satu sendok makan per lubang tanam,” ucapnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Ragil Kukuh Imanto