BBK 7 UNAIR KAWISANYAR melaksanakan kegiatan Program Kerja JELITA (Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi) yang dirancang sebagai upaya edukatif dan aplikatif untuk mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan bernilai guna. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai dampak limbah minyak jelantah, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi yang meliputi proses penyaringan minyak, pencampuran bahan, pencetakan, penyelesaian produk, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank Sampah RW 01 dan RW 05 Kelurahan Kawisanyar dengan memanfaatkan minyak jelantah hasil pengumpulan bank sampah sebagai upaya memperkuat pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Program “JELITA” dilaksanakan Hari Minggu, 25 Januari 2026 di Kantor Kelurahan Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak limbah minyak jelantah bagi lingkungan, memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, dan menghasilkan produk lilin aromaterapi ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai produk ekonomi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pemenuhan SDGs 17: Partnerships For the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) serta SDGs 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak dan berkelanjutan.
Salah satu perwakilan Bank Sampah RW 01 yakni ibu RW 01 menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini “Sangat Menyenangkan, hebat Semoga dapat bermanfaat untuk kedepannya dan dapat di contoh untuk adik-adiknya”, Ujar beliau.
Perwakilan bank sampah dari RW 05 juga turut menambahkan bahwa hasil kegiatan Program JELITA dinilai sangat sesuai untuk diterapkan di wilayah Kawisanyar. “Hasil kegiatan ini cocok diterapkan di Kawisanyar dan saya kira akan tertarik karena bisa dimanfaatkan lagi jelantahnya dan ngga dibuang, biasanya orang-orang kan minyaknya dibuang atau dijual dan ditaruh bank sampah juga. Nah sekarang bisa diolah menjadi aromatic candle”, Jelas beliau.
Lebih lanjut, Ibu… selaku perwakilan RW 01 juga menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu. “kegiatan ini sangat bermanfaat, jadi ibu-ibu bisa mengerti manfaat jelantah, bisa kita daur ulang menjadi lilin yang bermanfaat untuk aromaterapi dan dapat menghasilkan produksi”.
Melalui Program JELITA, diharapkan terjalin kemitraan yang berkelanjutan antara mahasiswa, bank sampah, dan masyarakat dalam upaya pengelolaan limbah rumah tangga, sehingga mendorong kolaborasi bersama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Penulis: Nastiti Aura istiqomah dan Najwa Annisa Rahma Wati (Anggota BBK 7 Kawisanyar)





